Bupati Piter Gusbager Minta Warga Terfones Hidup Berdampingan dengan Warga Pegubin

Mustakim Ali • Dipublikasikan Minggu, 10 Desember 2023 | 17:43 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Sekda Trisiswanda Indra saat berdiskusi dengan masyarakat disela kunjungannya, Sabtu (09/12/2023).
Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Sekda Trisiswanda Indra saat berdiskusi dengan masyarakat disela kunjungannya, Sabtu (09/12/2023).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Dalam kunjungannya ke Kampung Terfones, Distrik Towe, Bupati Keerom, Piter Gusbager menyampaikan beberapa hal kepada masyarakatnya, Jumat (08/12/2023).

Pasalnya, wilayah Kampung Terfones tersebut merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) Provinsi Papua Pegunungan. Sehingga di sekitar wilayah perbatasan tersebut ada masyarakat Pegubin yang tinggal, tepatnya sekitar Kampung Yetfa yang merupakan wilayah Kabupaten Keerom.

Dalam arahannya Bupati Piter Gusbager menegaskan agar warga Terfones hidup saling berdampingan dengan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang atau Pegubin.

"Kepada warga saya agar hidup baik-baik dengan masyarakat dari Pegubin. Karena mereka adalah saudara kita hanya beda kabupaten saja. Jangan bermusuhan, harus hidup berdampingan juga dengan masyarakat yang berdekatan dengan negara PNG. Saya tidak mau ada konflik di daerah ini," uvap Bupati Gusbager kepada warga Kampung Terfones.

Kata Bupati Gusbager, cepat atau lambat Kampung Terfones akan maju dan menjadi pusat pertumbuhan baru di Towe, Kabupaten Keerom. Untuk itu, semua elemen masyarakat maupun pemerintah harus bersatu dan hidup saling berdampingan.

"Jalan akan kita bangun dan infrastruktur publik lainnya. Pembangunan ini bukan untuk orang lain, tapi untuk masyarakat kita di Distrik Towe dan sekitarnya. Kita bangun jalan agar hasil bumi di daerah ini bisa dijual ke kota, bukan untuk orang lain datang merusak sungai dan hutan seperti yang terjadi di daerah yang lain," tegasnya.

Bupati juga meminta kepada semua masyarakat agar bisa menjaga hutan, sungai dan dusun yang ada, karena di situlah sumber kehidupan orang asli Papua.

"Kalau hutan, sungai dan dusun hancur karena orang lain masuk, maka sia-sialah sekolah dan Puskesmas ini kita bangun. Karena yang pasti masa depan anak-anak kita akan hancur juga," ujarnya.

Untuk itu Bupati Gusbager meminta kepada para kepala kampung dan kepala distrik sebagai garda terdepan, dalam melihat dan menjaga masyarakat di kampung-kampung.

"Pemerintah ada karena masyarakat, untuk itu para kepala kampung saya titip masyarakat ini, kalian jaga baik-baik. Tinggal di kampung jangan pergi ke kota terus!," pungkasnya.(*)

Editor : Yonathan R.
KEEROM Piter Gusbager