CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan program strategis berupa peresmian 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang bersama Bupati Keerom, Piter Gusbager menghadiri kegiatan peluncuran tersebut secara virtual melalui Video Conference (Vicon) langsung dari Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom.
Usai acara Vicon, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menjelaskan bahwa peresmian 2.500 jembatan secara nasional ini merupakan bagian dari target besar TNI Angkatan Darat untuk menyelesaikan 5.000 jembatan pada tahun ini.
Khusus di wilayah hukum Kodam XVII/Cenderawasih yang mencakup Provinsi Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, proses pembangunan infrastruktur terus digenjot secara masif.
“Tadi kita bersama-sama dengan Bapak Presiden dan Bapak Kasad meresmikan secara simbolis 2.500 jembatan di seluruh Indonesia yang dibangun oleh TNI AD. Di wilayah tanggung jawab Kodam XVII/Cenderawasih sendiri, terdapat 76 jembatan yang diproyeksikan, di mana 30 titik sudah selesai dibangun, termasuk salah satunya di Kampung Wonorejo ini," ungkap Pangdam.
Ia menambahkan, sebanyak 42 titik jembatan lainnya saat ini tengah berada dalam tahap pengerjaan. Pihaknya optimistis seluruh target 72 titik jembatan pada gelombang ini akan tuntas sepenuhnya pada akhir bulan atau paling lambat September mendatang.
Tak berhenti di situ, Kodam XVII/Cenderawasih juga telah menyiapkan gelombang pembangunan berikutnya. Berdasarkan hasil assessment dan penilaian di lapangan, terdapat usulan tambahan di 95 titik jembatan baru yang siap dibangun segera setelah tahap pertama rampung.
"Pembangunan jembatan-jembatan ini dampaknya sangat signifikan. Kehadirannya mampu meningkatkan konektivitas dan menghubungkan 140 desa/kampung di tiga provinsi. Hal ini otomatis memperlancar mobilitas warga menuju pusat perekonomian, sekolah, hingga fasilitas kesehatan," ujar Pangdam.
Selain fokus pada pembangunan Jembatan Garuda, Kodam XVII/Cenderawasih juga menggalakkan berbagai program pengabdian masyarakat dan penyediaan infrastruktur dasar lainnya di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih yang meliputi 186 titik sumur bor yang sudah rampung.
Serta pembangunan 62 titik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mikro dengan memanfaatkan aliran sungai setempat. Program rehabilitasi 127 unit rumah masyarakat agar lebih layak huni dan revitalisasi di 11 fasilitas sekolah.
"Kami berharap rangkaian kegiatan dan program pembangunan ini dapat terus berlanjut, sehingga manfaatnya betul-betul dirasakan secara langsung dan nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Papua," tutupnya.
Kemudian Bupati Keerom, Piter Gusbager, memberikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), serta Pangdam XVII/Cenderawasih atas perhatian besar yang diberikan kepada daerah Kabupaten Keerom.
Menurut Gusbager, langkah TNI ini merupakan bukti konkret hadirnya negara di tengah masyarakat pedalaman dan perbatasan, sekaligus menegaskan peran TNI yang tidak hanya menjaga pertahanan negara, tetapi juga responsif terhadap tugas-tugas sosial.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Keerom, dari Skamto hingga Towe, saya menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya. Pembangunan jalan, jembatan, dan air bersih adalah urusan dasar wajib pemerintah. Hari ini, TNI menunjukkan wujud nyata membantu kami dalam menyelesaikannya," ungkap Bupati Gusbager.
Bupati dua periode itu menyebutkan di wilayahnya, terdapat empat titik jembatan baru yang dibangun di area Kampung Wonorejo dan Distrik Mannem sekitarnya. Kehadiran infrastruktur ini menjadi harapan baru sekaligus pemantik semangat bagi pemerintah daerah untuk berkolaborasi memperbaiki akses jalan di sekitarnya.
Ia juga mengenang sejarah panjang pengabdian TNI di Keerom, salah satunya peninggalan bersejarah Jembatan Sungai Tami yang dibangun oleh Batalyon Zeni Tempur (Zipur) TNI sejak tahun 1980 dan masih berdiri kokoh hingga saat ini.
"Karya TNI di Keerom ini bukan yang pertama, melainkan kelanjutan dari rekam jejak panjang pengabdian mereka. Kami optimis kemitraan dan kolaborasi baik antara pemda, TNI, dan Polri akan terus berlanjut demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Keerom," pungkasnya. (eri/wen)
Editor : AdminDua