Perjuangkan Aspirasi Rakyat hingga Nasional, Senator Eka Kristina Yeimo Raih Indonesia Future Figure

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo Murib, meraih penghargaan Indonesia Future Figure Awards 2026 kategori Most Inspiring in Connecting People Aspiration atau sosok inspiratif dalam menghubungkan aspirasi masyarakat.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh One Magz tersebut diterima Eka dalam acara penganugerahan di Bali, Jumat (6/11/2026).
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kiprahnya dalam memperjuangkan serta menghubungkan aspirasi masyarakat, khususnya dari wilayah pedalaman Papua Tengah hingga ke tingkat nasional.
Kepada media ini melalui sambungan seluler, Sabtu (7/11/2026), Eka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada One Magz atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar piala atau piagam, melainkan pengakuan bahwa suara masyarakat dari pelosok Papua Tengah mendapat perhatian di tingkat nasional.
“Berdiri di podium ini, menerima penghargaan yang luar biasa ini, memicu rasa syukur yang mendalam di dalam hati saya. Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam di atas dinding, melainkan sebuah pengakuan bahwa suara-suara dari pelosok pedalaman Papua Tengah terdengar dan dihargai di tingkat nasional,” ungkapnya.
Eka menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata milik dirinya, melainkan milik seluruh masyarakat Papua Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya melalui jalur independen.
“Penghargaan ini sesungguhnya bukan milik saya, Eka Kristina Yeimo Murib seorang. Penghargaan ini adalah milik 146.004 masyarakat Papua Tengah yang telah memberikan kepercayaan melalui jalur independen,” katanya.
Ia secara khusus mendedikasikan penghargaan tersebut kepada kaum ibu, anak-anak, serta masyarakat adat yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan dan pemenuhan hak-hak dasar di Papua Tengah.
Menurut Eka, penghargaan itu menjadi pengingat terhadap perjuangan kaum ibu yang harus melahirkan di tenda-tenda pengungsian di Sinak, Pogoma, Kembru, dan Puncak. Penghargaan tersebut juga dipersembahkan bagi anak-anak Papua yang mendambakan pendidikan aman serta para tetua adat yang terus menjaga tanah ulayat dan kelestarian lingkungan.
“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk kaum ibu yang melahirkan di tenda-tenda pengungsian di Sinak, Pogoma, Kembru, dan Puncak, yang hak-hak dasarnya masih terus kita perjuangkan. Ini untuk anak-anak Papua yang mendambakan sekolah yang aman tanpa bunyi senjata, serta untuk para tetua adat yang terus menjaga kedaulatan tanah ulayat dan ekologi kita dari ancaman eksploitasi, seperti di Blok Wabu,” ujarnya.



