Abaikan Kerja Bakti dan Disiplin, Bupati Keerom Ancam Evaluasi Kepala SKPD

Erianto Pasae • Dipublikasikan Rabu, 10 Juni 2026 | 00:00 WIB
Tampak para ASN usai melakukan apel di halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (8/6). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Tampak para ASN usai melakukan apel di halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (8/6). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom memberikan teguran keras kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai abai terhadap instruksi kepala daerah.

Sorotan utamanya tertuju pada masalah kedisiplinan aparatur serta minimnya partisipasi dalam kegiatan kerja bakti kebersihan lingkungan.

​Teguran dan peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, melalui Staf Ahli Bupati, Wawan Wanma, saat memimpin apel rutin di halaman Kantor Bupati Keerom, Senin (8/6).

​Dalam arahannya, Wawan Wanma menegaskan bahwa kedisiplinan kerja adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar oleh setiap abdi negara di lingkungan Pemkab Keerom.

​“Sekali lagi tak henti-hentinya kami menyampaikan imbauan kepada kita semua, pimpinan SKPD dan seluruh staf, agar memperhatikan disiplin kerja masing-masing,” ungkap Wawan Wanma.

​Selain masalah jam kerja dan kinerja, Pemkab Keerom juga menaruh perhatian serius pada kebersihan lingkungan kantor. Berdasarkan hasil evaluasi, adanya penurunan kesadaran dari sejumlah instansi dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja, baik di dalam maupun di luar ruangan.

​Secara khusus, Wawan mengungkapkan kekecewaan kepala daerah terkait rendahnya respons sejumlah SKPD terhadap instruksi pelaksanaan kerja bakti massal yang rutin dicanangkan.

​“Menjadi catatan dan perhatian bagi seluruh pimpinan SKPD dan staf, kepala daerah memberikan perhatian terutama terkait dengan imbauan untuk kerja bakti. Dari evaluasi, ada beberapa SKPD dan juga ASN yang kurang mengindahkan imbauan kerja bakti dari kepala daerah,” ujarnya.

​Wawan menambahkan kebersihan lingkungan kerja bukan sekadar masalah estetika, melainkan cerminan dari profesionalisme dan kualitas pelayanan publik itu sendiri. Lingkungan kerja yang bersih diyakini mampu meningkatkan produktivitas serta kenyamanan masyarakat yang datang menerima pelayanan.

Wawan meminta para kepala dinas dan kepala badan untuk mengambil langkah konkret. Pimpinan SKPD dituntut mampu menjadi teladan dan menggerakkan bawahannya secara maksimal.

​“Oleh karena itu, Bapak Bupati mengharapkan kepada pimpinan SKPD agar ada imbauan kerja bakti, bisa memperhatikan imbauan itu, dan mengerahkan seluruh staf yang ada di SKPD masing-masing,” ucapnya.

​Pemkab Keerom pun tidak tinggal diam terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak kooperatif. Wawan menegaskan, Bupati Keerom akan mengambil tindakan tegas berupa evaluasi jabatan bagi para pimpinan SKPD yang terbukti tidak mengindahkan instruksi dan imbauan dari kepala daerah.

​“Saya berharap ini menjadi perhatian dan pesan dari kepala daerah. Bagi kepala SKPD yang tidak mengindahkan imbauan dari kepala daerah, maka akan dilakukan evaluasi oleh kepala daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : AdminDua
KEEROM Piter Gusbager