CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager menghadiri peresmian Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Pergamus Arso XIV, Sabtu (30/5).
Peresmian gereja juga dihadiri oleh Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango, para pendeta dan ratusan jemaat.
Dalam momen pentabisan gereja tersebut, Piter Gusbager berpesan agar gereja harus menjadi wadah penting dalam pembinaan karakter anak-anak Papua, dan gereja harus terus ada ditengah-tengah mereka.
Gereja juga harus mampu menyelamatkan anak-anak muda Papua dari miras, narkoba, seks bebas dan bahaya negatif lainnya yang dapat merusak masa depan anak-anak Papua.
“Saya juga berpesan anak muda harus takut kepada Tuhan, menghormati hamba Tuhan dan harus mengasihi orang tua dan guru-guru. Karena kalian kedepan yang akan menggantikan kami sebagai pemimpin. Kalau tidak dengar-dengar, jangan pernah menyesal di masa mendatang,” ungkap Bupati Gusbager.
“Untuk itu gereja harus menjadi wadah penting untuk membina dan mengawasi anak-anak Papua, gereja harus mengawasi mereka agar masa depan ini terjaga,” sambungnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu mengakui selama ini gereja telah menunjukan eksistensinya di atas tanah Papua dan menjadi mitra penting pemerintah dalam pewartaan dan pembinaan iman.
“Dan saya mewakili pemerintah menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada gereja. Khususnya GIDI,” ujarnya.
Bupati dua periode itu juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada gereja GIDI yang berkarya di Negeri Tapal Batas, Kabupaten Keerom. Bupati 2 Periode itu mengakui secara kuantitatif, jemaat GIDI di Keerom cukup banyak yang tersebar mulai dari Distrik Skanto hingga kampung Neliti, Distrik Towe.
Untuk itu, dirinya mengajak gereja GIDI terus bersatu dan bekerja sama agar gereja semakin kuat dalam eksistensinya mewartakan karya keselamatan Allah di tengah-tengah masyarakat.
”Gereja GIDI harus menjadi injil yang hidup dan pembawa damai di Kabupaten Keerom,” pungkasnya. (*)
Editor : AdminDua