Situs Rohani Patung Yesus Siap Dibuka Untuk Umum

Erianto Pasae • Dipublikasikan Selasa, 12 Mei 2026 | 00:00 WIB
Tampak wisata pantung Yesus di Kampung Yowong, Keerom. (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Tampak wisata pantung Yesus di Kampung Yowong, Keerom. (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM -Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan melakukan pembayaran ganti untung lahan kawasan wisata rohani (situs patung Yesus) di kampung Yowong.

Artinya, dalam waktu dekat Pemkab Keerom bersama masyarakat adat akan membuka kawasan rohani tersebut kepada masyarakat umum.

Penyerahan dilakukan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager melalui Plt. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Keerom, Hendrik Borotian, Rabu (6/5).

Pembayaran tahap II lahan situs rohani kali ini sebesar Rp500 juta yang diterima langsung oleh ketua keret, Fabianus Tafor.

Pembayaran lahan wisata rohani ini telah dianggarkan dalam APBD Keerom Tahun 2026 yang berada di DPA Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Keerom.

Bupati Keerom, Piter Gusbager menjelaskan bahwa Pemkab Keerom telah melalukan pembayaran tahap II  terhadap kawasan wisata rohani di Kampung Yowong kepada pemilik hak ulayat.

Bila tak ada aral melintang, pemberkatan dan peresmian wisata rohani ini rencananya akan dilakukan pada bulan November Tahun 2026.

“Kami merencanakan pemberkatan dan peresmian Patung Yesus di bulan November, mohon dukungan dari masyarakat adat,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menilai tidak semua kabupaten/kota di Papua memiliki situs rohani seperti di Kabupaten Keerom. Untuk itu dirinya meminta masyarakat Keerom dan masyarakat adat agar bersama menjaga dan merawat situs rohani tersebut.

Bupati 2 periode itu juga menuturkan situs rohani Patung Yesus Memberkati, bukan hanya menjadi milik masyarakat Keerom saja tetapi semua orang, siapa saja boleh datang berwisata.

Sedangkan untuk pengelolaan situs rohani tersebut, dirinya mengaku sedang mempersiapkan skema pengelolaan yang sifatnya berkelanjutan sehingga  memberikan manfaat kepada masyarakat lokal dan juga pemerintah daerah.

Buapti Gusbager juga menyebutkan jika situs rohani tersebut juga nantinya menjadi PAD Keerom. (eri/wen)

 

 

 

 

 

Editor : AdminDua
KEEROM Piter Gusbager