CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom resmi memulai tahapan pembangunan asrama siswa berpola asrama di Kampung Bibiosi, Distrik Arso.
Diawali dengan penyerahan pembayaran lahan tahap pertama senilai Rp700 juta kepada masyarakat adat setempat pada Selasa (5/5) kemarin.
Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyatakan bahwa pembangunan asrama di atas lahan seluas 2 hektar ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi siswa SMP dan SMA, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Pembangunan tahap awal akan difokuskan untuk asrama putra dengan desain yang mendukung interaksi antar-siswa. Dengan fasilitas hunian kopel, ruang makan, sarana MCK, akses air bersih, perpusatakaan, sarana olahraga, dan bangunan serbaguna.
“Harapan kami sarana ini menjadi pendukung dalam pembinaan karakter siswa. Kami fokus pada anak-anak yang kurang beruntung, baik karena kendala ekonomi maupun masalah keluarga, agar bisa ditampung di sini,” ujar Piter Gusbager.
Pemkab Keerom menargetkan proses pembayaran dan pembangunan fisik selesai pada akhir tahun ini.
“Tahun depan (2027) kita sudah mulai rekrut anak-anak untuk tinggal di dalam. Selain asrama, ke depannya kami merencanakan adanya sekolah SMP-SMA unggulan Kabupaten Keerom di kawasan ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemkab Keerom juga telah menyerahkan pengelolaan asrama Don Bosco kepada Keuskupan Jayapura yang akan dibangun di Kabupaten Keerom.
Sementara untuk asrama baru ini (kampung Bibiosi) pemerintah masih menggodok manajemen pengelolaannya. Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu optimis kehadiran asrama ini akan memicu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur di wilayah Bate Bibiosi.
“Daerah ini akan berkembang cukup cepat karena ke depan akan banyak pembangunan yang diarahkan ke wilayah ini," pungkasnya. (*)
Editor : AdminDua