CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager memimpin langsung upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Keerom yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan Keerom, Sabtu (2/5).
Bupati Gusbager saat membacakan naskah pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.
Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia.
“Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem ilmu, kasih sayang dan pendampingan,” ungkap Bupati Gusbager.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menyebutkan jika pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab dan demokratis.
“Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,”
Kata Gusbager, kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban. Guna memenuhi kualifikasi guru, Pemerintah memberikan beasiswa 3.000.000 rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, di mana nominal tunjangannya telah dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer juga mendapatkan insentif setiap bulan.
Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan peningkatan sekolah inklusi, sekolah luar biasa, dan pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat.
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu juga menyebutkan jika Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan.
“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” ucpanya.
“Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” sambungnya.
Bupati dua periode itu juga menegaskan bahwa Pemekab Keerom tidak akan segan-segan mengevaluasi atau memberikan sanksi tegas kepada guru-guru yang malas.
Sebaliknya, Pemkab Keerom juga menyediakan insentif bagi guru-guru yang mengabdi di daerah pedalaman Keerom.
Dalam puncak Hari Pendidikan Nasional, Bupati Gusbager juga menyerahkan beberapa penghargaan kepada para guru yang memberikan kontribusi besar atas pendidikan di Negeri Tapal Batas. (eri/wen)
Editor : AdminDua