Angela Gusbager Ingatkan Generasi Emas Dimulai dari Keluarga

Erianto Pasae • Dipublikasikan Selasa, 28 April 2026 | 00:00 WIB
Tampak anak-anak saat mengikuti puncak HAN 2026 di Kantor Bupati Keerom, Kamis (23/7). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Tampak anak-anak saat mengikuti puncak HAN 2026 di Kantor Bupati Keerom, Kamis (23/7). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Keerom, sekaligus bunda PAUD, Angela TH Gusbager, menekankan para orang tua akan tanggung jawab besar dalam mendidik dan memberikan kasih sayang penuh kepada anak.

Pesan ini disampaikannya pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Keerom, pada Kamis (23/7).

Acara peringatan HAN tahun ini mengusung tema Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh ratusan anak dari tingkat PAUD hingga Sekolah Dasar (SD).

Sebagai bentuk dukungan dan perhatian pemerintah, anak-anak yang hadir juga menerima bantuan perlengkapan sekolah seperti tas dan baju seragam.

Dalam sambutannya, Angela Gusbager menegaskan bahwa peringatan HAN bukan sekadar acara tahunan.

“Seyogianya bukan hanya seremonial saja atau rutinitas setiap tahun. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, di sini kita mau menunjukkan bahwa pemerintah begitu memperhatikan anak-anak," ungkap Angela Gusbager.

Lebih lanjut, Angela Gusbager mengingatkan pentingnya peran orang tua di rumah. Menurutnya, setiap anak adalah titipan Tuhan yang berharga, sehingga hak dan pendapat mereka wajib dihormati dan didengarkan oleh orang tua.

Ia menekankan bahwa membesarkan anak membutuhkan cinta dan perhatian besar yang tidak boleh terputus saat mereka bertambah usia.

"Tugas orang tua di rumah adalah membawa anak-anak dengan cinta dan kasih sayang yang luar biasa. Jangan cuma pada saat mereka kecil saja, tapi sampai usia remaja dan dewasa. Berikan cinta yang besar," ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena kenakalan remaja. Ia menilai bahwa anak-anak usia SMP atau SMA yang kerap bermasalah di luar rumah sebenarnya adalah anak-anak yang kekurangan kasih sayang dari orang tuanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau orang tua agar tidak menggantikan peran kasih sayang dengan gawai atau handphone (HP).

"Jangan anak-anak itu hanya diberikan HP lalu orang tua merasa senang (tenang) sepanjang hari. Tidak. Berikan sentuhan, berikan cinta yang banyak dan besar. Karena jika anak-anak bermasalah saat SMP dan SMA lalu membuat kepala orang tua pusing, itu sebenarnya karena kurang cinta," ucapnya.

Dirinya menuturkan, ketika seorang anak merasa dicintai dan terlindungi di dalam rumah, mereka tidak akan mencari pelarian di luar. Anak yang mendapat cukup kasih sayang akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki rasa empati yang besar saat berbaur dengan masyarakat. Sebaliknya, anak yang tidak mendapat cinta di rumah akan sulit memberikan kebaikan kepada orang lain.

Angela Gusbager juga mengajak seluruh orang tua dan para pendidik untuk berkolaborasi mencetak generasi masa depan Kabupaten Keerom yang berkualitas.

"Kita percaya bahwa ketika orang tua memberikan cinta, kasih sayang, perhatian, dan kesabaran di rumah, kemudian dilanjutkan di sekolah, kita akan menghasilkan generasi Keerom yang hebat," pungkasnya. (eri/wen)

Editor : AdminDua
KEEROM Piter Gusbager