CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Ambisi Pemerintah Kabupaten Keerom untuk bertransformasi menjadi pusat pangan utama di Tanah Papua mulai menunjukkan langkah konkret.
Tidak sekadar rencana di atas kertas, proyek strategis nasional ini kini didukung penuh oleh infrastruktur pengairan yang masif dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua.
Selain pembukaan lahan sawah baru seluas 15.000 hektare dari Kementerian Pertanian, Pemkab Keerom bersama BWS Papua saat ini sedang menyiapkan ketersediaan air.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BWS Papua telah mengalokasikan pembangunan jaringan irigasi air tanah secara bertahap. Pada tahun anggaran 2025, pemerintah pusat melalui BWS Papua telah merealisasikan pemasangan 107 titik irigasi air tanah di berbagai wilayah di Keerom.
Langkah ini diambil guna memastikan lahan-lahan pertanian produktif tetap mendapatkan pasokan air yang stabil, tanpa hanya bergantung pada curah hujan.
Kepala BWS Papua, Dave Muchaimin, menjelaskan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2. Menurutnya, program ini tidak akan berhenti di tahun 2025 saja, melainkan akan terus berkelanjutan.
“Saat ini di tahun 2025, melalui Inpres Nomor 2, Keerom mendapatkan 107 titik irigasi. Kami juga sedang mengusulkan tambahan melalui program SIPURI untuk tahun 2026 agar jaringan irigasi air tanah di Keerom semakin luas," ungkap Dave kepada Cenderawasih Pos beberapa hari lalu.
Kemudian untuk jangka panjang, Dave menuturkan jika BWS Papua berencana membangun bendungan di Arso 14.
“Jadi selain mengatur banjir, kita juga akan memberikan air untuk pertanian di wilayah Keerom,” ujarnya.
Kemudian Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyatakan bahwa peran BWS Papua tidak hanya terbatas pada masalah irigasi pertanian, tetapi juga dalam aspek pengelolaan lingkungan secara luas.
Selama beberapa tahun terakhir, koordinasi antara pemerintah daerah dan BWS Papua dinilai sangat efektif, terutama dalam menangani masalah tahunan seperti pengendalian banjir dan pengaturan debit air di wilayah-wilayah rawan.
"BWS Papua terus memberikan perhatian kepada Kabupaten Keerom. Mereka sangat membantu dalam mencegah dan mengatur air di wilayah kami. Sebagai kepala daerah, saya patut menyampaikan terima kasih atas dukungan infrastruktur yang terus mengalir ini," pungkasnya. (eri/wen)
Editor : AdminDua