Bupati Keerom Tetap Salurkan Hibah di Tengah Efisiensi Anggaran

Erianto Pasae • Dipublikasikan Selasa, 28 April 2026 | 00:00 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan dana hiba kepada pengurus kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan dana hiba kepada pengurus kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Keerom beberapa waktu lalu. (CEPOSONLINE/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom menyerahkan bantuan hibah Tahun Anggaran 2026 kepada sejumlah organisasi keagamaan dan paguyuban kemasyarakatan pada Jumat (24/4) pekan kemarin.

Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, di Kantor Bupati Keerom. Penerima hibah dalam tahap ini diberikan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Keerom, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Keerom dan Ikatan Keluarga Batak (IKB) Kabupaten Keerom.

Setiap organisasi menerima alokasi dana dengan besaran yang bervariasi, berkisar antara Rp50 juta hingga Rp70 juta.

Bupati Gusbager menjelaskan bahwa penyaluran hibah tahun ini dilakukan di tengah tantangan finansial yang serius. Kondisi ini merupakan imbas dari penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran daerah yang telah berjalan selama dua tahun.

"Dalam dua tahun terakhir, banyak program kerja pemerintah yang harus dipangkas. Kami melakukan penyesuaian besar-besaran terhadap struktur anggaran," ujar Bupati Gusbager.

Selain faktor kebijakan nasional, Pemkab Keerom saat ini sedang memprioritaskan pelunasan utang daerah yang diwarisi dari periode sebelumnya. Gusbager menargetkan pembersihan beban utang ini tuntas pada tahun depan.

"Setengah dari total utang daerah sudah berhasil kami lunasi. Target kami, tahun ini hingga 2027, seluruh utang selesai sepenuhnya agar keuangan Keerom kembali sehat dan stabil," tegasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu mengakui bahwa nilai hibah yang diberikan saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski jumlahnya mungkin di bawah ekspektasi organisasi, Gusbager menyatakan pemberian ini adalah upaya pemerintah untuk tetap mendukung aktivitas masyarakat di tengah keterbatasan dana.

Alumnus The University of Melbourne Australia itu meminta pengurus LPTQ, PHDI, dan IKB untuk mengoptimalkan potensi internal organisasi, menjalankan program kerja yang aktif serta menyelaraskan visi organisasi dengan program pembangunan pemerintah daerah.

"Kami berharap organisasi-organisasi ini memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," tutupnya. (eri/wen)

Editor : AdminDua
KEEROM Piter Gusbager