Pemkab Keerom Juga Fokus Pemberdayaan Petani Milenial

Erianto Pasae • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 00:00 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Wakil Bupati Daud dalam puncak acara HUT Keerom di Halaman Kantor Distrik Arso Timur, Minggu (12/4/2026). (CEPOSONLINE/ERIANTO)
Bupati Keerom, Piter Gusbager didampingi Wakil Bupati Daud dalam puncak acara HUT Keerom di Halaman Kantor Distrik Arso Timur, Minggu (12/4/2026). (CEPOSONLINE/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom secara resmi mengumumkan pengalokasian dana sebesar Rp1 miliar yang dikhususkan untuk pengembangan potensi pemuda di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager dalam puncak acara hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Keerom ke-23 yang dipusatkan di halaman Kantor Distrik Waris, Minggu (12/4/2026).

Kebijakan ini merupakan langkah nyata Bupati Gusbager, dalam menciptakan ekosistem ekonomi produktif yang dikelola langsung oleh generasi muda atau petani milenial di wilayah Negeri Tapal Batas.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menegaskan bahwa anggaran tersebut akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok tani muda yang telah terorganisir. Setiap kelompok yang memenuhi syarat akan menerima bantuan modal sebesar Rp50 juta.

Dana ini ditargetkan untuk membiayai operasional dan pengembangan unit usaha pada sektor pertanian, perternakan dan perikanan.

“Saya sudah siapkan anggaran 1 miliar rupiah. Kelompok-kelompok yang sudah dibentuk akan menerima 50 juta rupiah per kelompok. Dana ini silakan digunakan untuk membangun peternakan, perikanan, dan unit usaha lainnya di bidang pertanian,” ungkap Piter Gusbager.

Selain memberikan dukungan modal finansial, Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para petani muda. Bupati menjanjikan adanya program pengiriman peserta ke luar daerah untuk menjalani pelatihan intensif.

“Pemerintah akan menghadirkan pelatih profesional ke Kabupaten Keerom untuk memberikan bimbingan teknis secara langsung. Atau para petani milenial akan dikirim ke pusat-pusat pelatihan di pulau jawa untuk mempelajari teknologi pertanian modern serta manajemen bisnis skala nasional,” ujarnya. “Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di sana, mereka harus kembali ke Keerom," tambahnya.  

Bupati menginstruksikan kepada kelompok tani muda yang sudah terdaftar untuk segera melakukan koordinasi terkait administrasi penyerahan bantuan.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di usia produktif sekaligus menjadikan Kabupaten Keerom sebagai lumbung pangan yang dikelola dengan inovasi dan semangat generasi muda. (*)

Editor : AdminDua
KEEROM Piter Gusbager