Puncak HUT Keerom, Berbagai Program Strategis Diluncurkan

Erianto Pasae • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 00:00 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager. (CEPOSONLINE/ERIANTO)
Bupati Keerom, Piter Gusbager. (CEPOSONLINE/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Buapti Keerom, Piter Gusbager membeberkan bahwa dirinya akan meluncurkan beberapa program strategis pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Keerom ke-23.

Bila tak ada aral melintang, puncak HUT Keerom dilaksanakan di Halaman Kantor Distrik Arso Timur pada 12 April 2026 mendatang.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menyebutkan, beberapa program strategis yang nantinya diluncurkan seperti strategis pembangunan 5 kantor distrik bagi wilayah yang selama ini belum memiliki fasilitas kantor permanen.

Kemudian penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi CPNS, penyaluran insentif bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) dan guru yang bertugas di wilayah pedalaman.

“Dan masih ada beberapa program yang akan kita luncurkan, ini akan menjadi kejutan bagi masyarakat Keerom,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos beberapa hari lalu.

Rangkaian HUT Keerom tahun 2026 sendiri telah diluncurkan oleh Bupati Gusbager di Halaman Kantor Bupati Keerom pada Rabu (1/4/2026) lalu.

Acara launching tersebut diawali dengan kegiatan jalan santai yang diikuti oleh berbagai lapisan masyarakat dan aparatur pemerintah.

Launching tersebut merupakan tanda dimulainya berbagai program perayaan. Meliputi perlombaan olahraga, pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), panggung hiburan, hingga kegiatan keagamaan berupa ibadah bersama

Pada peringatan HUT tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Keerom mengusung tema "Takut Akan Tuhan Membawa Keerom Hebat". Bupati menjelaskan bahwa konsep takut yang dimaksud adalah bentuk penghormatan dan ketaatan terhadap nilai-nilai kebenaran.

Bupati Gusbager menekankan bahwa usia 23 tahun merupakan simbol kematangan bagi Kabupaten Keerom. Menurutnya, pertumbuhan fisik daerah harus diimbangi dengan kedewasaan sikap para penduduknya.

Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI, Polri, lembaga adat, instansi agama, hingga organisasi kepemudaan, untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh.

“23 tahun menandai Keerom semakin dewasa. Orang Keerom juga harus dewasa, bukan hanya kabupatennya, tapi manusianya juga harus hidup semakin dewasa. Kita terus mengevaluasi diri,” ujarnya

"Pemerintah juga terus mengevaluasi diri. Kerja baik, ASN kerja baik, Polri kerja baik, TNI kerja baik. Masyarakat adat, tokoh adat, Ondofolo juga baik, tidak jual-jual tanah. Karena tanah bukan dia bikin, itu warisan. Kalau jual-jual itu berarti Ondofolo tidak beres,” pungkasnya. (*)

Editor : AdminDua
KEEROM Piter Gusbager