Bupati Gusbager Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

Erianto Pasae • Dipublikasikan Kamis, 2 April 2026 | 00:00 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager. (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Bupati Keerom, Piter Gusbager. (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengeluarkan instruksi kepada seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan daerah guna menyikapi kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Keerom belakangan ini.

Hal ini disampaikan menyusul meningkatnya intensitas curah hujan yang tidak menentu di wilayah Papua, khususnya Jayapura dan Keerom.

Bupati Gusbager menekankan bahwa situasi iklim saat ini berada pada kondisi yang perlu diwaspadai secara serius. Ia meminta agar peringatan ini menjadi perhatian utama dalam beberapa hari ke depan hingga kondisi cuaca dinyatakan kembali normal oleh pihak berwenang.

“Kepada masyarakat Keerom, saya selaku kepala daerah, dengan situasi dan kondisi iklim dan cuaca yang akhir-akhir ini tidak menentu dengan curah hujan yang tinggi, ini juga perlu diwaspadai,” ungkap Bupati Gusbager kepada Cenderawasih Pos, Selasa (31/3).

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu, memerintahkan seluruh Kepala Kampung dan Kepala Distrik untuk tetap berada di wilayah tugas masing-masing. Mereka diwajibkan melakukan pengawasan langsung terhadap kondisi curah hujan di wilayahnya.

“Saya meminta Kepala Kampung dan Kepala Distrik untuk berada di lokasi masing-masing, di kampungnya masing-masing, mengawasi kondisi curah hujan ini dengan baik,” ujarnya.

Warga diminta untuk menjauhi lokasi-lokasi yang memiliki risiko tinggi, seperti daerah rawan banjir, kawasan rawan longsor, serta titik-titik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan akibat bencana alam.

Bupati dua periode itu juga memberikan peringatan keras kepada oknum yang melakukan aktivitas di kawasan hutan dan daerah aliran sungai.

Ia meminta penghentian total terhadap seluruh kegiatan yang dapat merusak ekosistem lingkungan, terutama di wilayah hulu.

Para penebang hutan, penggali, dan pendulang emas di wilayah Senggi, Towe, Yaffi, dan wilayah lainnya diinstruksikan untuk segera berhenti melakukan aktivitas yang berisiko tinggi.

  Kata Gusbager, langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya dampak bencana yang lebih luas yang dipicu oleh kerusakan di daerah tangkapan air saat volume hujan meningkat.

Bupati Gusbager bahkan berencana membentuk Tim Satgas Lingkungan pada tahun ini. Satuan tugas ini akan bekerja secara teknis untuk memastikan kelestarian lingkungan di Kabupaten Keerom terjaga dari aktivitas ilegal.

“Saya akan memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan pengecekan langsung ke kondisi hulu-hulu sungai. Jika ditemukan adanya kegiatan perusakan atau pembalakan hutan, maka aktivitas tersebut harus segera dihentikan," tegas Bupati Gusbager.

Pengecekan lapangan ini akan menyasar seluruh aktivitas pengelolaan hutan, baik yang bersifat pendulangan emas maupun penebangan kayu, guna memastikan tidak ada pelanggaran yang memperburuk risiko bencana alam di tengah cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. (*)

Editor : AdminDua
KEEROM Piter Gusbager