CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura melalui kebijakkan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo berencana akan membuat kebun binatang di Kota Jayapura.
"Memang ada arahan dari Wali Kota kepada kami di Dinas Pariwisata untuk rencana pembuatan kebun binatang di Kota Jayapura,"ungkap Plt.Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury.
Kata Richard Nahumury bahwa selain kebun binatang juga ada rencana pembuatan taman bunga.
Sementara itu atas arahan Wali Kota tersebut dimana pihaknya lebih dulu melakukan kajian secara baik, sehinga pembuatan kebun binatang dan taman bunga ini sesuai harapan dari Wali Kota, Wakil Wali Kota dan juga masyarakat.
Pihaknya juga tentu akan melibatkan berbagai pihak baik itu pemerhati satwa dan lingkungan untuk bersama diskusi, sehingga dalam perencanaan itu terencana dengan baik.
"Kita punya banyak jenis satwa dan flora di Papua, tetapi kita tidak punya kebun binatang,"terangnya.
Menurutnya pria yang biasa disapa Richard ini bahwa, sangat tepat jika di Papua ada kebun binatang yang bisa menampung berbagai jenis satwa dilindungi.
Tak hanya satwa saja, berbagai jenis flora juga bisa diakomodir jika ada kawasan yang memang bisa digunakan untuk menempatkan berbagai flora fauna endemik ini.
"Pentingya di Papua lebih khusus di Kota Jayapura memiliki kebun binatang, selain bisa menjadi sarana edukasi, bisa juga digunakan untuk tempat rekreasi bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung ke Papua,"pintanya.
Sambung, Richard para pengunjung juga bisa belajar soal satwa endemik Papua yang dilindungi, termasuk segala sesuatu tentang satwa tersebut.
Sisi lainnya jika ini benar-benar terwujud kedepannya, maka tentu akan membantu Pemerintah Kota Jayapura dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan penarikkan retribusi dari para pengunjung.
Sementara itu pembangunan kebun binatang dan taman bunga ini bagian dari upaya mendukung visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota di sektor pariwisata di Kota Jayapura.
"Kalau bisa ini kita buatkan di satu kawasan, kita bisa kerja sama dengan masyarakat adat setempat dan tinggal atur pembagian hasilnya,"jelas Richard.
Adapun pihaknya mendorong agar perencanan pembuatan kebun binatang tersebut di tahun 2026.
"Sementara kita lagi susun perencanaanya dulu, kita coba usulkan agar bisa dibangun pada tahun 2026,"tutup Richard. (*)
Editor : Weny Firmansyah