Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Pembangunan 5 Ruang Kelas di SMP/SMA Yasores Ditemukan Terbengkalai

Deni Tonjau • 2025-05-05 18:59:25

 

 

Anggota Komisi C DPRK Jayawijaya saat menemukan adanya pembangunan lima ruang kelas di SMP/SMA Yasores Wamena yang pembangunannya tak selesai, Senin (5/5/2025). (Ceposonline.com/Deny Tonjau)
Anggota Komisi C DPRK Jayawijaya saat menemukan adanya pembangunan lima ruang kelas di SMP/SMA Yasores Wamena yang pembangunannya tak selesai, Senin (5/5/2025). (Ceposonline.com/Deny Tonjau)

CEPOSONLINE.COM, WAMENA- Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya menemukan adanya 5 bangunan ruang kelas yang pembangunannya terbengkalai dan tak dilanjutkan oleh pihak ketiga, namun anggarannya telah dicairkan 100 persen di tengah Kota Wamena, Senin (5/5/2025).

 

Bangunan tersebut ada di SMP/SMA satu atap Yayasan sosial restu (Yasores) Wamena, dimana beberapa bangunan sekolah yang dianggarkan pemerintah melalui DAK untuk di bangun dengan nilai Rp 3,5 Milyar tersebut belum terselesaikan 100 persen, dan hanya 80 persen.

 

Penemuan masalah ini terungkap usai Komisi C DPRK Jayawijaya melakukan hearing ke SMP/SMA Yasores Wamena dan menemukan adanya bangunan yang tidak terselesaikan, sehingga sampai dengan saat ini tak bisa digunakan untuk aktifitas belajar mengajar.

 

" Bangunan yang dibangun oleh Pemkab Jayawijaya sampai sekarang kontraktornya belum selesaikan sampai saat ini, bahkan bangunan itu seperti terbengkalai pembangunannya karena belum tuntas dikerjakan," tegas Ketua Komis C Agus Logo saat di temui di SMP/SMA Yasores Wamena.

 

Kata Agus, ini bukan masalah sekolah swasta atau negeri, namun tetap membutuhkan perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, sebab adik-adik atau anak -anak yang ada di Jayawijaya menggunakan sekolah tersebut untuk menuntut ilmu.

 

"Sekolah itu salah satu tempat yang dapat melahirkan generasi penerus yang maju dan handal kedepan dan sangat disayangkan karena bangunan yang ada dalam sekolah tersebut banyak yang belum bisa digunakan karena pembangunannya terbengkalai," katanya

 

Ia juga mengakui memang banyak bangunan yang ada dalam sekolah tersebut, namun ada yang belum terselesaikan pembangunannya dan ada juga bangunan yang sudah tua dan tak layak untuk digunakan dalam aktifitas belajar mengajar.

 

"Kami tahu dalam penganggaran gedung sekolah tersebut itu bersumber dari DAK Kabupaten Jayawijaya sebesar Rp 3,5 milyar, namun sampai sekarang bangunan ini belum terselesaikan ini yang menimbulkan pertanyaan bagi Komisi C DPRK Jayawijaya,"kata Agus Logo (*)

Editor : Agung Trihandono
#Jayawijaya #Papua Pegunungan #DPRK