Timur Tengah Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu di Sejumlah Negara Diprediksi Tembus 50 Derajat Celsius

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 04:56 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA– Gelombang panas ekstrem diperkirakan akan melanda sebagian besar kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

 

 

Sejumlah negara Timur Tengah di kawasan Teluk diprediksi mengalami lonjakan suhu hingga mendekati bahkan menembus 50 derajat Celsius akibat fenomena heat dome atau kubah panas yang semakin menguat.

 

 

Dilansir dari radarbogor. jawapos.com, berdasarkan laporan Gulf News, sekitar 10 negara Timur Tengah diperkirakan terdampak sistem tekanan tinggi yang menetap di lapisan atmosfer. Kondisi tersebut berpotensi memicu cuaca panas berkepanjangan, suhu malam yang tetap tinggi, hingga perubahan pola cuaca berupa hujan deras di beberapa wilayah pada periode selanjutnya.

 

 

 

Wilayah yang diperkirakan mengalami dampak paling parah meliputi Kuwait, bagian timur Arab Saudi, kawasan gurun dan pedalaman Uni Emirat Arab (UEA), serta Baghdad, Irak.

 

 

Suhu siang hari di daerah-daerah tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 50 derajat Celsius, bahkan berpotensi lebih tinggi di beberapa lokasi.

 

 

Fenomena ini dipicu oleh terbentuknya kubah panas atau heat dome, yaitu sistem tekanan tinggi di atmosfer yang memerangkap udara panas di dekat permukaan bumi.

 

 

Akibatnya, pembentukan awan terhambat sehingga panas terus terakumulasi dan suhu meningkat selama beberapa hari berturut-turut.

 

 

Dampak cuaca ekstrem tersebut juga diperkirakan meluas hingga kawasan Levant. Suriah diprediksi menjadi salah satu negara dengan suhu tertinggi di luar Semenanjung Arab, khususnya di wilayah timur dan kawasan gurun yang diperkirakan mendekati 40 derajat Celsius.

 

 

Sementara itu, Yordania, Lebanon, dan Palestina juga diprakirakan mengalami cuaca panas hingga sangat panas. Meski demikian, daerah pegunungan di ketiga wilayah tersebut diperkirakan masih memiliki suhu yang relatif lebih sejuk.

 

 

Menghadapi kondisi tersebut, badan meteorologi di sejumlah negara Timur Tengah telah mengeluarkan peringatan dini.

 

 

 

Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di bawah paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, memperbanyak konsumsi air, serta meningkatkan kewaspadaan selama periode suhu tertinggi.

 

 

Di Uni Emirat Arab, suhu ekstrem bahkan telah tercatat. Pusat Meteorologi Nasional (NCM) melaporkan suhu tertinggi mencapai 50 derajat Celsius di wilayah Al Shawamekh, Abu Dhabi, pada Sabtu sekitar pukul 14.30 waktu setempat.

 

 

Meski cuaca panas diperkirakan masih mendominasi, NCM juga memperkirakan terbentuknya awan konvektif di wilayah timur dan selatan UEA pada awal pekan depan. Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan lokal pada Senin dan Selasa sore.

 

 

Sementara itu, Arab Saudi diperkirakan menghadapi suhu yang lebih tinggi dari rata-rata tidak hanya dalam beberapa hari mendatang, tetapi juga sepanjang Agustus hingga Oktober 2026.

 

 

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi memperkirakan peluang terjadinya suhu di atas normal mencapai 60 hingga 80 persen di sebagian besar wilayah negara tersebut.

 

 

Bahkan, anomali suhu diprediksi mencapai sekitar 2,5 derajat Celsiusdi atas rata-rata klimatologis selama Agustus dan Oktober.

 

 

Para ahli mengingatkan bahwa gelombang panas ekstrem ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah di berbagai negara pun diminta terus meningkatkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap masyarakat. (*)

Editor : Weny Firmansyah
timur tengah