CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Di Hari Anak Nasional yang diperingati Kamis (23/7/2026), ketika banyak anak di berbagai daerah merayakannya dengan belajar, bermain, dan mengikuti berbagai kegiatan di sekolah.
Namun, dua anak usia sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Intan Jaya justru berdiri di atas mobil komando untuk menyampaikan isi hati mereka.
Momen itu terjadi di penghujung aksi damai yang digelar Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) di halaman Kantor DPR Papua Tengah.
Suasana yang semula dipenuhi yel-yel dan teriakan massa mendadak berubah hening ketika kedua anak diberi kesempatan berbicara di hadapan ratusan peserta aksi.
Dengan mengenakan pakaian yang rapi, mereka bergantian memegang pengeras suara. Salah seorang anak lebih dulu mengangkat tangan kirinya sambil mengajak seluruh peserta meneriakkan, "Hidup mahasiswa! Hidup pelajar! Hidup perempuan! Hidup rakyat yang melawan! Hidup masyarakat Intan Jaya!" Seruan itu langsung disambut lantang oleh ratusan massa.
Tak lama kemudian, suara lantang itu berubah menjadi lirih.
Di hadapan orang banyak, anak itu mengungkapkan kerinduannya untuk kembali bersekolah.
"Sa mau sekolah, tapi rakyat Indonesia bunuh sa pu mama, bapa, adik, kakak. Jadi sa tidak sekolah," ucapnya.
Kalimat singkat itu membuat suasana mendadak sunyi. Teriakan massa perlahan menghilang. Banyak peserta hanya terdiam mendengarkan, sementara sebagian lainnya tampak menundukkan kepala dan mengusap air mata.
Setelah mengakhiri orasinya dengan seruan, "Hidup mahasiswa! Hidup pelajar!", giliran seorang anak lainnya menyampaikan harapannya.
Dengan suara pelan, ia meminta pemerintah membuka mata terhadap kondisi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya serta memberikan perhatian kepada warga yang sedang menghadapi penderitaan.
"Pemerintah Intan Jaya, tolong buka mata dan perhatikan masyarakat yang sedang menderita di Kabupaten Intan Jaya," katanya.
Ia kemudian menutup orasinya dengan seruan, "Hidup mahasiswa! Hidup pelajar! Hidup rakyat Intan Jaya! Hidup alam Intan Jaya! Hidup sisa-sisa!"
Meski masih berusia belia, keberanian kedua anak itu berdiri di atas mobil komando dan menyampaikan harapan mereka di hadapan ratusan orang menjadi momen yang paling menyentuh sepanjang aksi berlangsung.
Di Hari Anak Nasional, ketika banyak anak Indonesia merayakan masa kecil dengan belajar dan bermain bersama teman-teman, dua anak dari Intan Jaya justru menyampaikan kerinduan yang sangat sederhana yaitu hidup dengan aman dan dapat kembali ke sekolah.
Suara mereka menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak yang berharap dapat menikmati masa kecil sebagaimana anak-anak Indonesia lainnya yakni belajar tanpa rasa takut, tumbuh dengan aman, dan memiliki kesempatan meraih cita-cita di masa depan. (*)
Editor : Elfira Halifa