
CEPOSONLINE. COM, JAYAPURA - Di tengah riuhnya tantangan industri kelapa sawit di tanah Papua, sebuah narasi perubahan yang menyejukkan lahir dari komitmen nyata Tunas Sawa Erma Group (TSE Group).
Melalui program beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), perusahaan tidak sekadar membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak asli Papua, melainkan membukakan pintu masa depan yang mandiri.
Kehadiran TSE Group terbukti melampaui batas bisnis komersial; ia hadir sebagai mitra tumbuh bagi masyarakat adat yang mendambakan kemajuan.
Bukti nyata dari keberlanjutan sosial ini tercermin pada sosok Antonius Aute dan Evelince Wombonggo, dua putra-putri asli Papua yang kini telah bertransformasi menjadi profesional muda.
Setelah menyelesaikan studi melalui program beasiswa BPDP-KS, mereka tidak dibiarkan menjadi lulusan yang menganggur, melainkan langsung dipercaya memegang posisi strategis di PT Berkat Cipta Abadi (BCA), salah satu unit usaha TSE Group.
Evelince kini mengemban tanggung jawab penuh sebagai Mandor Perawatan di Divisi 4, sementara Antonius mengawal produktivitas kebun sebagai Koordinator Lapangan di Divisi 2.
"Beasiswa BPDP-KS dan dukungan penuh TSE Group telah mengubah jalan hidup saya," ungkap Evelince.
Sebagai perempuan asli Papua, ia berhasil mendobrak stigma dengan membuktikan bahwa anak daerah memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin di sektor perkebunan sawit modern.
Senada dengan Evelince, Antonius menegaskan bahwa peran mereka di PT BCA sangat krusial, terutama dalam menjembatani manajemen dengan pemberdayaan tenaga kerja lokal guna menggerakkan roda ekonomi daerah.
General Manager TSE Group, Daniel Sim Ayomi, A.Md, S.Sos, S.H, MPA, menegaskan bahwa keberhasilan Antonius dan Evelince adalah sebuah cetak biru bagi lahirnya para pemimpin masa depan industri sawit yang berakar dari lokal.



