Komunitas Tenaga Pengajar Asli Intan Jaya Bakal Handle Dunia Pendidikan

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Sabtu, 10 Mei 2025 | 10:08 WIB
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini saat menerima aspirasi dari Ikatan Guru Peduli Pendidikan (IGP2) Kab. Intan Jaya dan Pendidikan Tungku Api Masyarakat Intan Jaya di Kantor Bupati Intan Jaya, Jumat(9/5)
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini saat menerima aspirasi dari Ikatan Guru Peduli Pendidikan (IGP2) Kab. Intan Jaya dan Pendidikan Tungku Api Masyarakat Intan Jaya di Kantor Bupati Intan Jaya, Jumat(9/5)

CEPOSONLINE.COM - INTAN JAYA, Menjawab kebutuhan masyarakat terutama anak-anak Intan Jaya akan layanan akses pendidikan yang merata, Bupati Intan Jaya, Aner Maisini menerima aspirasi dari Ikatan Guru Peduli Pendidikan (IGP2) Kabupaten Intan Jaya dan Pendidikan Tungku Api Masyarakat Intan Jaya di Kantor Bupati Intan Jaya, Jumat, (9/5/2025).

Setelah mendengar dan menerima aspirasi dari IGP2, Bupati Intan Jaya menyerahkan dokumen aspirasi itu kepada Kesbangpol untuk diakui karena para tenaga guru yang tergabung dalam IGP2 ini siap mengajar hingga daerah terisolir di Intan Jaya.

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini mengatakan Pemkab sepakat dan mengakui tim pengajar sebagai upaya untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan di wilayah Intan Jaya.

“ Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah terpencil dan terisolir,” kata Bupati.

Menurutnya Pembentukan tim pengajar ini bertujuan untuk mengaktifkan sekolah-sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Intan Jaya termasuk di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

“ Tim pengajar ini akan dilatih dan diberikan pengembangan profesional agar dapat memberikan pendidikan yang berkualitas kepada seluruh anak-anak Intan Jaya yang selama ini tidak mendapat layanan pendidikan,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan, Komunitas peduli pendidikan Intan Jaya merupakan kumpulan dari guru-guru dan tenaga gereja yang selama ini mengajar secara sukarela untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas kepada anak-anak Intan Jaya.

“ Tujuh Distrik luar Sugapa ini sudah korban akses pendidikan dari tahun 2019 hingga kini sehingga saya merasa komunitas ini menjadi jalan keluar untuk berikan layanan pendidikan yang layak bagi semua anak-anak di Intan Jaya,” jelas Maisini.

Ia mengucapkan Terimakasih kepada guru-guru asli Intan Jaya dan Non Oap yang selama ini setia mengabdi di Intan Jaya.

“ Terimakasih untuk jasa dan pengabdian para guru sekalian. Tuhan Berkati,” ucap Bupati.

Para guru yang tergabung dalam komunitas ini akan mengajar semua mata pelajaran mulai semester satu.

“ Bulan Juni sampai Juli akan membuka pendaftaran siswa baru,” imbuhnya.

Pihaknya juga secara resmi menyerahkan dokumen pembentukan komunitas ke Kesbangpol Intan Jaya untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, Ketua IGP2, Karpus Belau mengucapkan Terimakasih kepada Bupati Intan Jaya yang sudah menerima aspirasi dan menjawab lansung pembentukan komunitas peduli pendidikan di Intan Jaya.

“ Wadah ini akan lebih fokus pada pendidikan di daerah ini sebagai mitra pemerintah yang khusus memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Intan Jaya,” tambah Belau.

“ Semoga kedepan, daerah ini maju. Masih ada harapan bagi generasi Intan Jaya untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan dimulai oleh tenaga pengajar orang asli Intan Jaya yang adalah kakak dan orang tua dari anak-anak yang siap sekolah,” pungkasnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Aner Maiseni Masyarakat Terisolir Ceposonline.com masyarakat terpencil IGP2 Intan Jaya