Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Supriadi Laling, Sosok Perantau yang Sempat Luntang lantung Namun Kini Jadi Pebisnis Sukses

Abdel Gamel Naser • Senin, 12 Mei 2025 | 13:37 WIB
Supriadi Laling
Supriadi Laling

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Garis nasib tak ada yang tahu. Semua menjadi misteri illahi. Kadang saat sekolah selalu juara namun untuk mendapat kerja ternyata tidak mudah.

 

Sementara ada juga yang dulu nakal dan jarang masuk saat sekolah, namun lebih dulu mendapat pekerjaan. Yang terpenting adalah bagaimana berikhtiar atau berusaha dengan sungguh-sungguh serta tawakkal atau memasrahkan semuanya kepada gusti Allah SWT untuk pekerjaan selanjutnya.

 

Ini seperti cerita perjuangan sosok Supriadi Laling. Pria rantau yang kini sukses dalam dunia bisnis dan karir politik. Hanya saja capaian hari ini tentu bukan jatuh begitu saja dari langit, namun ada kegigihan yang dilakoni.

 

Ceposonline.com mendapat sepenggal ceritanya.Siapa sangka dulunya ia bukan siapa-siapa. Hidup menumpang, bekerja sebagai karyawan tidak tetap hingga akhirnya kini memiliki berbagi usaha dan membuka lapangan pekerjaan. 

 

Ia pertama kali ke Jayapura pada tahun 2006. Supriadi datang seorang diri kemudian bertarung nasib di Bumi Cenderawasih. 

 

Ia datang hanya bermodal nekad dan tekad. Sebagai laki-laki satu saat akan menjadi pemimpin sehingga sesulit apapun hidup harus dijalani. “Modal nekad saja, bagi saya gagal itu biasa, tapi semua harus dimulai dengan perjuangan dulu,”kata Supriadi Laling, Senin (12/5)

 

Diceritakan sesampainya di Jayapura ia tidak tahu akan tinggal dimana. Akhirnya di tahun 2006 itu dirinya numpang di Masjid Raya, Paldam. Kurang lebih 3 bulan tidur di masjid sambil mencari pekerjaan. 

 

Iapun diterima sebagai karyawan di sebuah toko mini market di Imbi. Di situ ia bekerja selama 1 bulan karena harus shift-shift an setiap minggu. Tak lama ia kemudian pindah kerja ke Toko Citra Agung di Ampera. Disini Suriadi Laling bekerja selama 1 tahun 

 

Kurang lebih 1 tahun menjadi karyawan toko, iapun memberanikan diri keluar dan berusaha sendiri. Ia menjadi pedagang kaset VCD. Hanya saja dari niatnya bekerja secara mandiri ini malah harus terhenti. 

 

Itu tak lepas dari VCD yang dijualnya dianggap ilegal sehingga berkali - kali ia harus berurusan dengan aparat. VCD ketika itu dilarang diperjualbelikan karena banyak bajakan dan karena itulah dianggap ilegal.

 

Akhirnya ia mencoba melihat peluang usaha lain yakni membuka usaha parfum isi ulang kecil - kecilan. “Parfum adalah usaha ke 8 saya baru berhasil, usaha saya kaset, jam tangan , asongan semua gagal,” beber Supriadi mengurai kisahnya. 

 

Dengan modal etalase kecil dan menyewa lapak di depan Ampera, ia memulai karir bisnisnya dengan menjual parfum. 

 

Kemudian setelah mendapatkan keuntungan dari jualan itu, ia memberanikan membuka toko parfum yang lebih besar. Beberapa tahun selanjutnya mulai membuka cabang di beberapa tempat di Jayapura hingga saat ini dikenal dengan Adira Parfum yang hampir memiliki cabang di semua kabupaten di Papua. 

 

“Alhamdulillah saat ini ada jalan yang diberikan Allah. Memang tidak mudah tapi semua harus dijalani,” unngkapnya.

 

Sukses menjalankan usaha parfum isi ulang, Supriadi Laling berekspansi bisnis ke bahan bahan fashion seperti sepatu, baju, kopor dan lainnya. 

 

Selain usaha itu, saat ini pria kelahiran Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan ini ia juga membuka toko kosmetik dan mini mart, Acong Mart. Sementara di dunia karir politik, nama Supriadi terbilang masih baru. 

 

Meski begitu, siapa sangka, pada langkah pertamanya, pria kelahiran 1986 ini langsung melompat tinggi. Dengan menumpangi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pada hasil Pileg lalu ia mampu menerobos hingga menempati posisi Wakil Ketua III DPR Papua. 

 

Dan saat ini, Supriadi Laling tengah masuk dalam bursa kandidat untuk menempati posisi Ketua DPD Hipmi Papua. Sebuah organisasi yang mengumpulkan para pengusaha muda untuk sama-sama mendorong ekonomi daerah. 

 

“Mohon doa dan dukungnnya, saya ingin menjadikan Hipmi sebagai wadah pengusaha muda yang inovatif, kolaboratif untuk membangkitkan ekonomi daerah,” imbuhnya.

 

Misi yang diusung adalah bagaimana meningkatkan kapasitas anggota, memperluas jaringan usaha dengan membangun kolaborasi strategis dengan stakeholder pemerintah, swasta, BUMN, dan komunitas lain untuk membuka peluang kemitran dan investasi.

 

“Selain itu mendorong inovasi pegelolaan pariwisata sebagai kebangkitan ekonomi dengan menjaring inestor dari luar dan meningkatkan peran Hipmi dalam kebijakan ekonomi daerah,” beber Supriadi.

 

Dimaksudkan di atas adalah menjadi mitra aktif pemerintah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang pro wirausaha.

 

“Termasuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan social. Mendorong anggota untuk memiliki tanggung jawab social dan kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan yang inklusif,” tutup Laling. (*)

Editor : Agung Trihandono
#feature #papua #Ceposonline.com