Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Swasembada Telur Lokal, Asosiasi Peternak Telur Ayam Se-Tanah Tabi Siap Penuhi Permintaan Masyarakat

Priyadi Cepos Online • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:53 WIB
Asosiasi Peternak Telur Ayam Se-Tanah Tabi melakukan silahturahmi dan memberikan sosialisasi terkait produksi telur lokal yang sudah mampu penuhi kebutuhan masyarakat. (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)
Asosiasi Peternak Telur Ayam Se-Tanah Tabi melakukan silahturahmi dan memberikan sosialisasi terkait produksi telur lokal yang sudah mampu penuhi kebutuhan masyarakat. (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)
 
CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Asosiasi Peternak Ayam Petelur Se-Tanah Tabi terus mendorong penggunaan telur lokal dengan menggandeng para distributor dan pedagang yang selama ini memasok telur antar pulau (Anpu) dari luar Papua.

 

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan dan silaturahmi ke sejumlah pedagang telur di Distrik Abepura, Kamis (16/7/2026).

 

Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini peternak lokal ada lebih 110 orang jika dihitung secara modal lebih Rp 200 miliar untuk aset tanah bangunan, membuat kandang, mendatangkan ayam dan lainnya serta ini sudah mampu memproduksi sekitar 600 ribu hingga 650 ribu butir telur per hari dari populasi sekitar 750 ribu ekor ayam petelur.

 

Produksi tersebut dinilai telah mencukupi kebutuhan masyarakat di Tanah Tabi, bahkan sebagian sudah dipasok ke Wamena.

 

Menurut Gatot, sosialisasi dilakukan agar distributor yang selama ini mendatangkan telur dari Surabaya mulai beralih membeli telur produksi peternak lokal. Selain lebih segar karena tidak melalui perjalanan panjang, telur lokal juga mampu menggerakkan perekonomian daerah.

 

"Kami juga menyampaikan Surat Edaran Gubernur Papua yang mendukung pemanfaatan telur lokal sehingga perputaran uang bisa tetap berada di Papua dan memberikan manfaat bagi peternak daerah," ujarnya.

 

Ia mengakui masih ada sejumlah masukan dari para distributor, mulai dari harga telur lokal yang dinilai belum kompetitif, kualitas yang perlu ditingkatkan, hingga pasokan yang harus lebih stabil. Seluruh masukan tersebut diterima sebagai bahan evaluasi.

Asosiasi Peternak Telur Ayam Se-Tanah Tabi langsung berbincang kepada salah satu distribitur telur lokal di rumahnya.(CEPOSONLINE.COM/PRIYADI).
Asosiasi Peternak Telur Ayam Se-Tanah Tabi langsung berbincang kepada salah satu distribitur telur lokal di rumahnya.(CEPOSONLINE.COM/PRIYADI).

 

Dalam waktu dekat, asosiasi akan mengundang para distributor telur untuk duduk bersama membahas harga, kualitas, volume produksi, hingga pola distribusi agar tercapai kerja sama yang saling menguntungkan.

 

Gatot menjelaskan, saat ini peternak lokal justru menghadapi persoalan menumpuknya stok telur akibat masih banyaknya pasokan telur dari luar Papua. Kondisi tersebut membuat penjualan menurun dan berdampak pada kemampuan peternak membeli pakan serta mempertahankan usahanya.

 

"Kalau kondisi ini terus berlangsung, peternak rakyat bisa mengalami kerugian besar, bahkan terancam mengurangi karyawan atau menutup usahanya. Padahal investasi peternak sudah sangat besar," katanya.

 

Asosiasi juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Papua yang telah membangun pabrik pakna di Arso 6. Ini sebagai bukti nyata pemerintah hadir untuk asosiasi agar biaya produksi dapat ditekan. Dengan begitu harga telur lokal akan semakin bersaing dan usaha peternak menjadi lebih berkelanjutan. Termasuk sudah adanya surat edaran Gubernur Papua.

 

Selain itu, telur Anpu sampai di Papua menempuh waktu kurang lebih dari 2-3 minggu, yang artinya kualitas telur antar pulau tidak bagus seperti telur lokal.

 

"Dengan adanya SE yang ada ini asosiasi datang dengan baik-baik untuk silaturahmi tapi jika besok masih masukan tanpa izin kami akan melakukan swiping dan kami meminta kepada pemerintah lebih tegas lagi menjalan SE dengan sanki yaitu pengembalian telur ke tempat asal biar pedagang lain jg mengerti dan tahu, dan Papua sudah swasembada telur,"jelasnya.

 

Sementara itu, salah seorang pedagang telur di Abepura, H. Asrori, menyambut baik langkah asosiasi yang membuka ruang dialog dengan para distributor.

 

Meski demikian, Asrori menyatakan siap menjadi mitra peternak lokal apabila tersedia kepastian harga yang kompetitif, pasokan yang berkelanjutan, serta kualitas telur yang tetap terjaga.

 

"Kalau semua itu bisa dipenuhi, tentu kami siap bermitra. Yang penting semua pihak sama-sama diuntungkan dan kerja sama ini bisa berjalan baik," pungkasnya.(*)

 

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com