CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Rangkaian kekerasan di Kabupaten Dogiyai menelan korban jiwa.
Sedikitnya lima warga sipil tewas dan tiga lainnya luka parah akibat penembakan, setelah sebelumnya terjadi penganiayaan terhadap anggota Polres Dogiyai, Juventus Edowai, pada 31 Maret 2026.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPR Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Dogiyai, Yones Waine, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa dan mengungkap pelaku.
Ia menyampaikan hal itu usai mengikuti pertemuan di kantor DPR Papua Tengah yang membahas perkembangan penanganan kasus.
Dalam pertemuan tersebut, DPR menegaskan komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses investigasi yang dilakukan oleh kepolisian, Komnas HAM, maupun tim independen.
“Kami siap mengawasi seluruh proses yang berjalan agar penanganan kasus ini transparan dan objektif,” ujar Yones usai mengikuti pertemuan dengan anggota DPR Papua Tengah bersama DPRK Dogiyai dan kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia, Rabu, (8/4/2026) di ruang rapat Komisi DPR Papua Tengah.
Ia juga menyoroti belum adanya tim khusus dari DPR Kabupaten Dogiyai untuk menangani kasus tersebut. Karena itu, pihaknya bersama anggota DPRK Dogiyai sepakat segera membentuk tim pengawasan.
“Kami sudah sepakat membentuk tim untuk memastikan proses investigasi berjalan dan kasus ini bisa terungkap dengan jelas,” katanya.
Yones menegaskan, pengungkapan pelaku menjadi hal yang mendesak demi keadilan bagi seluruh korban, baik dari unsur aparat maupun masyarakat sipil.
“Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini penting agar ada keadilan dan kepastian hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, konflik berkepanjangan di Dogiyai telah berdampak serius terhadap pelayanan pemerintahan. Berbagai sektor seperti pendidikan, pembangunan, dan pelayanan publik disebut tidak berjalan optimal.
“Selama ini pelayanan pemerintahan tidak maksimal, bahkan banyak aktivitas terpusat di Nabire. Ini sangat merugikan masyarakat Dogiyai,” ungkap Waine.
Ia pun mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan membentuk tim khusus untuk menelusuri pelaku di balik berbagai insiden kekerasan tersebut.
“Kita harus serius menyelesaikan masalah ini agar ke depan tidak terulang lagi dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang layak,” tutup Yones. (*)
Editor : Elfira Halifa