CEPOSONLINE.COM - NABIRE, Dalam rangka penertiban operasi Pasar, Pemerintah Kabupaten Dogiyai akan memisahkan pasar untuk mama-mama asli Papua dan Pedagang di Moanemani, Kabupaten Dogiyai.
“ Kami akan tertibkan pasar. Jadi, Kami pisahkan pasar untuk mama-mama asli Papua dan para pedagang (Non OAP),” tutur Bupati Dogiyai, Yudas Tebai kepada media ini saat diwawancarai usai raker kepala daerah se-Papua Tengah di Ballroom kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis, (24/4/2025).
Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi barang-barang yang dipasarkan di dua pasar ini.
“ Seperti Pinang, sayuran, umbi-umbian dan hasil olah tanah lainnya hanya bisa dijual oleh mama-mama asli Papua,” kata Bupati.
Sementara untuk pedagang (Non OAP) menjual kebutuhan masyarakat yang lainnya seperti bahan pokok (Bapok), pakaian, perlengkapan dapur, perlengkapan rumah dan fasilitas lain yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Bupati Dogiyai juga berkomitmen menghentikan Pendropan sayur-mayur dari luar Dogiyai yang selama ini masuk ke Dogiyai tanpa seizin pemerintah.
“ Ke depan kami akan hentikan pendropan sayuran dari luar Dogiyai. Jadi, semua sayuran yang dijual di pasar mama-mama ini adalah hasil olahan tangan mama-mama Dogiyai bukan distribusi-distribusi dari daerah lain,” tegas Bupati.
Bupati mengungkapkan untuk berdayakan mama-mama asli Papua pihaknya akan membangun pasar yang layak untuk mama-mama.
“ Kami akan berdayakan disitu. Mama-mama tidak boleh meninggalkan kebun dan pasar. Hasil olahan tangan itulah yang akan hidup keluarga dan biayai anak-anak,” pungkas Bupati. (*)
Editor : Agung Trihandono