CEPOSONLINE.COM, BIAK — Proses investigasi dan sterilisasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan ledakan Bom Mortir Peninggalan PD II, di Biak, akhir bulan Mei lalu, terus menunjukkan progres signifikan.
Hingga Kamis (4/6/2026) malam, Tim Jibom Gegana Polda Papua dilaporkan telah berhasil mensterilkan kurang lebih 75 persen dari total area terdampak ledakan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.I.K., M.H., dalam jumpa pers yang digelar langsung di lokasi kejadian (TKP), Kamis malam (4/6/2026).
Dalam keterangan pers tersebut, Kapolres didampingi oleh jajaran Perwira Polres, Tim DVI Polda Papua, Brimob, Basarnas, jajaran TNI, serta perwakilan Pemerintah Daerah setempat.
"Untuk kegiatan tim Jibom Gegana Polda Papua, sudah melaksanakan sterilisasi kurang lebih 75 persen area sterilisasi. Jadi, besok tetap dilanjutkan sterilisasi, sisanya berarti masih kurang 25 persen," ujar AKBP Ari Trestiawan di hadapan awak media.
Temuan Puluhan Serpihan Proyektil Fokus utama sterilisasi ini menjadi sangat krusial setelah tim Jibom menemukan material berbahaya di sekitar pusat ledakan. Petugas mengamankan puluhan serpihan selongsong senjata yang berserakan di area TKP pada pencarian hari kelima (H+5) pasca-insiden yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu.
"Adapun temuan tim Jibom Gegana Polda Papua itu menemukan 42 serpihan casing proyektil pada hari ini," ungkap Kapolres.
Karena area ring 1 belum sepenuhnya steril, Kapolres menegaskan bahwa pergerakan tim gabungan untuk mengevakuasi barang bukti lain maupun sisa potongan tubuh korban masih harus berada di bawah kendali penuh dan arahan dari Tim Jibom Gegana demi keselamatan bersama.
*Update Korban: 6 Meninggal Dunia, 3 Masih Hilang*
Selain memaparkan temuan logistik penjinak bom, AKBP Ari Trestiawan juga memperbarui data korban pasca-ledakan maut tersebut. Hingga saat ini, tercatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 6 orang, sementara 3 korban jiwa lainnya dinyatakan masih belum ditemukan.
Di sisi lain, terdapat kabar baik mengenai perkembangan korban luka yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Untuk korban yang kemarin masih dirawat inap, pada hari ini sudah bergabung di posko pengungsian dalam rangka rawat jalan dalam kondisi kaki patah, dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah Biak," jelasnya.
Sementara itu, untuk area Ring 2 yang berada di luar radius sterilisasi Jibom, Tim Basarnas bersama unsur TNI-Polri dan Pemda tetap dikerahkan secara masif melakukan penyisiran. Radius pencarian korban dan material sisa ledakan di Ring 2 ini diperluas hingga mencapai jarak 4 kilometer dari titik pusat ledakan. (*)