dr. Daisy Ch. Urbinas ( FOTO : Fiktor/Cepos)
BIAK-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) awal 2019 di Kabupaten Biak Numfor mengalami peningkatan. Bahkan dari catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor hingga 21 Januari jumlah kasus DBD telah mencapai 25 kasus. Bahkan satu anak penderita DBD dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor dr. Daisy Ch. Urbinas mengakui jumlah kasus DBD kali ini memang jumlahnya meningkat jika dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Bahkan menurutnya, selain telah melakukan upaya-upaya pencegahan juga telah menggelar rapat koordinasi menyikapi meningkatnya kasus DBD itu.
“Kami telah menggelar rapat menyikapi meningkatnya kasus DBD ini, langkah-langkah kongkret sudah mulai dilakukan. Dan kami mencatat ada 25 kasus di bulan Januari ini, satu diantaranya meninggal dunia, yang meninggal ini masih anak-anak,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.
Terkait dengan kasus itu, Kadinkes Daisy Urbina mengimbau agar masyarakat lebih menjaga kebersihan rumah, dan lingkungan. Selain itu, juga mengimbau agar masyarakat rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, dan mengubur barang bekas dinilai perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah.
"Sebenarnya untuk memberantas nyamuk deman berdarah itu dari rumah sendiri. Jadi kebersihan perlu dijaga di rumah masing-masing, dari air yang tertampung. Selain itu juga dengan memberantas sarang nyamuk lewat kegiatan gotong royong membersihkan dari rumah-rumah, bersihkan parit-parit, air-air yang tergenang," jelasnya.
“Kunci mencegah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab penyakit DBD juga tetap ada pada kebersihan lingkungan dan rumah masing-masing penduduk,” lanjutnya.
Selain rutin melakukan kegiatan PSN bersama warga, kata Daisy, pihak dinas kesehatan Kabupaten Biak Numfor umumnya juga akan langsung melakukan fogging fokus di daerah ditemukannya kasus DBD. (itb/tri)
Editor : Administrator