Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Barista asal Dogiyai, Paulus Youw saat melayani pembeli di stand Cafe pernah singgah di samping aula Gereja Katolik KSK Nabire pada acara Festival Kopi Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Barista asal Dogiyai, Paulus Youw saat melayani pembeli di stand Cafe pernah singgah di samping aula Gereja Katolik KSK Nabire pada acara Festival Kopi Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

Advertisement

 
CEPOSONLINE.COM,  NABIRE –
Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan membangun usaha kedai kopi bersama keluarga. 


Melalui Kedai Perna singgah di Nabire, ia tidak hanya meracik dan menyajikan kopi, tetapi juga membawa misi memperkenalkan kopi Arabika asal Kabupaten Dogiyai agar semakin dikenal masyarakat luas.


Ketertarikan Paulus terhadap kopi mulai tumbuh ketika masih duduk di bangku kuliah semester lima. Bersama sejumlah teman, ia mencoba merintis usaha kecil dengan berjualan kopi menggunakan sepeda motor atau yang mereka kenal sebagai kopi motoran.

Advertisement


Berbekal kopi sachet dan semangat untuk mencoba, mereka mulai menjajakan kopi kepada masyarakat. Usaha sederhana tersebut ternyata mampu bertahan sekitar satu tahun. 

 

Namun, kebersamaan itu akhirnya harus berakhir karena masing-masing teman melanjutkan pendidikan dan memiliki kesibukan berbeda.

Advertisement


Meski usaha tersebut tidak berlanjut, pengalaman itu justru menjadi awal perjalanan Paulus mengenal dunia kopi lebih dekat.


 Kebiasaan seorang teman yang hampir setiap malam menikmati kopi hitam juga semakin menumbuhkan ketertarikannya terhadap minuman yang kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupannya.


“Awalnya saya mengenal kopi saat kuliah semester lima. Waktu itu kami bersama teman-teman mencoba berjualan kopi motoran. Dari pengalaman itulah saya mulai tertarik dan semakin mencintai dunia kopi,” cerita Paulus kepada media ini saat ditemui di halaman Aula Gereja Katolik KSK Bukit Meriam Nabire, Jumat (30/10/2026).


Perjalanan itu kemudian menemukan arah ketika kakak laki-lakinya, Malvin You, juga memiliki kecintaan terhadap kopi dan berkeinginan membangun sebuah kedai. 

Advertisement

Artikel Terkait

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Di Usia Senja, Petani Kopi Siriwo Matias Bunai Menanam Kopi untuk Warisan Anak Cucu

Di Usia Senja, Petani Kopi Siriwo Matias Bunai Menanam Kopi untuk Warisan Anak Cucu

Di usianya yang semakin senja, Matias Bunai masih memiliki semangat untuk terus bekerja dan menanam. 

Libatkan Petani Kopi dari Delapan Kabupaten, Festival Kopi Papua Tengah Promosikan Kopi Lokal

Libatkan Petani Kopi dari Delapan Kabupaten, Festival Kopi Papua Tengah Promosikan Kopi Lokal

Festival Kopi Papua Tengah 2026 menjadi ajang promosi potensi kopi lokal sekaligus mempertemukan petani, pemerintah, dan pelaku usaha untuk

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer