Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

CEPOSONLINE.COM, BIAK - Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Waropen, Andre Wonatorei, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberpihakan terhadap pengusaha Orang Asli Papua (OAP), khususnya di Kabupaten Waropen. Baginya, pemberdayaan pengusaha asli Papua bukan sekadar program organisasi, melainkan bagian dari jati dirinya sebagai anak Papua dan anak Waropen.
Komitmen tersebut menjadi salah satu prioritas Andre setelah dirinya dilantik sebagai Ketua KADIN Kabupaten Waropen oleh Ketua KADIN Provinsi Papua, Jackleana Yoku, Sabtu akhir pekan kemarin, dalam Mukab II Kadin Kabupaten Waropen periode 2026-2031.
Andre menegaskan, dirinya akan terus memperjuangkan kesempatan bagi pengusaha asli Papua agar mampu berkembang, memperkuat kapasitas usaha, dan berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah.
"Terkait dengan keberpihakan kita kepada pengusaha OAP di Kabupaten Waropen, itu menjadi jati diri saya. Jati diri saya sebagai anak Papua, jati diri saya sebagai anak Waropen yang terus diperjuangkan sampai saya mengakhiri hidup di dunia ini," tegas Andre.
Menurutnya, KADIN harus menjadi rumah bersama bagi para pelaku usaha dari berbagai sektor. Di dalamnya, pengusaha asli Papua perlu mendapatkan perhatian dan dukungan agar memiliki kemampuan yang memadai untuk bersaing serta mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Andre mengakui, sebagian pengusaha asli Papua masih menghadapi keterbatasan dalam kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan usaha, serta kemampuan bersaing di tengah perkembangan dunia bisnis yang semakin dinamis.
Karena itu, ia menilai keberpihakan terhadap pengusaha OAP harus diwujudkan melalui langkah konkret, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelatihan, dan penguatan kapasitas usaha.
KADIN Waropen, kata Andre, akan berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak yang berkaitan dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor usaha lainnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka akses bagi pengusaha asli Papua untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha mereka.
"Kita juga harus memahami bahwa kita ada pada dunia digitalisasi yang membutuhkan peralihan keterampilan dan kecerdasan. Sebab itu, ke depan pasti ada pelatihan-pelatihan dan penguatan kapasitas dari berbagai lembaga yang kita undang masuk ke Waropen," ujarnya.



