Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kodam Bantah Gunakan Rumah Bupati Sebagai Pos TNI

K
Penulis: Karolus Daot❯

 

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infantreri, Candra Kurniawan (CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infantreri, Candra Kurniawan (CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Kodam XVII/Cenderawasih membantah tudingan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) yang menyebutkan bahwa TNI menggunakan rumah Bupati Puncak dan Kantor Distrik Omukia sebagai markas militer.


Advertisement

 

Tudingan tersebut mencuat setelah kelompok separatis itu membakar dua bangunan di wilayah Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Minggu (6/7/2025).

 

Advertisement

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan, bahwa tudingan OPM yang menyebut rumah dan kantor distrik tersebut dijadikan pos militer oleh TNI adalah tidak benar. Ia menyayangkan tindakan pembakaran yang dilakukan kelompok separatis tersebut.

 

“Tidak benar TNI menjadikan rumah Bupati Puncak dan kantor distrik sebagai markas dan pos TNI,” tegasnya melalui keterangan tertulis, Selasa (8/7/2025). 

Advertisement

 

Menurutnya, kehadiran TNI di wilayah tersebut adalah untuk menjaga keamanan serta melindungi masyarakat sipil, bukan untuk menggunakan fasilitas sipil sebagai pangkalan militer.

 

Chandra pun membenarkan bahwa kelompok OPM telah melakukan aksi pembakaran terhadap sejumlah bangunan di Kampung Ondugura, Distrik Omukia. Salah satu bangunan yang dibakar diketahui pernah menjadi tempat tinggal Bupati Puncak, Elvis Tabuni.

 

"OPM telah membakar rumah di wilayah Distrik Omukia, Kampung Ondugura. Salah satunya diperoleh informasi adalah rumah yang pernah ditempati oleh Bupati Puncak,” tegasnya. 

 

Sebelumnya, juru bicara TPNPB–OPM, Sebby Sambom, mengklaim bahwa pihaknya bertanggung jawab atas pembakaran rumah Bupati dan Kantor Distrik Omukia. Ia beralasan aksi itu dilakukan karena bangunan tersebut diduga telah difungsikan sebagai pos militer oleh aparat.

 

Namun klaim tersebut dibantah tegas oleh Kodam Cenderawasih. Candra menekankan bahwa TNI senantiasa menjunjung tinggi prinsip perlindungan terhadap warga sipil dan tidak pernah menggunakan rumah maupun kantor pemerintahan untuk keperluan militer.

 

Sikap TNI tetap konsisten, yaitu menjamin keamanan masyarakat dan tidak menggunakan fasilitas sipil sebagai markas militer,” ujarnya.

 

Hingga saat ini, situasi keamanan di Distrik Omukia masih dalam pemantauan ketat oleh aparat gabungan. 

 

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di daerah untuk memastikan stabilitas dan ketertiban tetap terjaga," pungkas Chandra (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mimika membongkar empat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam kurun waktu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer