Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Putusan MK, Befa Nathan Nyatakan Siap Terima Hasil Akhir

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Calon gubernur Befa Jigibalom (kiri) dan Nathan Pahabol saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (21/12)
Calon gubernur Befa Jigibalom (kiri) dan Nathan Pahabol saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jayapura, Sabtu (21/12)

CEPOSONLINE. COM,JAYAPURA-Hasil Pilkada Gubernur Papua Pegunungan memenangkan pasangan Jhon Tabo-Ones Pahabol. Namun sang rival, Befa Jigibalom-Nathan Pahabol memastikan jika hasil ini akan benar-benar finish setelah ada hasil putusan sidang MK. Befa-Nathan sendiri akhirnya memilih bersuara untuk menjelaskan ke massa pendukung mereka terkait perkembangan terakhir.


Advertisement

"Agar tak simpang siur saya dan pak Nathan coba menjelaskan bahwa hingga kini kami masih menunggu proses yang telah diajukan ke Mahkamah Konstitusi, " kata Befa didampingi Nathan Pahabol kepada wartawan di Ruko Dok II, Sabtu (21/12). Ia menyebut bahwa dari hasil ini pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemilih termasuk menyampaikan ucapan selamat kepada Jhon Tabo dan Ones Pahabol atas hasil yang diraih.

Namun untuk memastikan semua
"Yang jelas untuk usaha manusia telah kami lakukan hingga titik ini. Tinggal Tuhan yang putuskan apakah bisa dimenangkan di MK atau sebaliknya. Jadi apapun hasilnya kami akan menerima dengan lapang dada, mau menang mau kalah, " beber Befa. Ia meminta pendukungnya untuk tetap tertib dan menghormati apapun keputusan MK.

"Kita kawal sama-sama kita sukseskan pembangunan jika sudah ada hasil. Kami juga bagaimana berdemokrasi yang baik. Tak ada kekerasan tidak ada intimidasi, tidak ada pencurian suara, tidak ada penggelembungan, tidak ada permainan dari para pejabat termasuk para oknum Kapolres, "beber Befa.

Advertisement

Ditambahkan Nathan Pahabol bahwa pihaknya menerima hasil saat ini, hanya yang disesalkan justru pihak penyelenggara yang dianggap bermasalah hingga merugikan ia dan Befa. " Kami melihat penyelenggara tidak melaksanakan amanah. Tidak melaksanakan aturan dengan baik sehingga kami dirugikan dan kami sesali Pemilu sejarah baik dan benar sehingga kami sesali padahal kita perlu sama-sama ingin memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat," tutup Nathan. 

Advertisement

Artikel Terkait

Dituding Sebagai Dalang Dari Konflik Dua Kelompok Masa, Gubernur Jhon Tabo Buat Laporan Polisi 

Dituding Sebagai Dalang Dari Konflik Dua Kelompok Masa, Gubernur Jhon Tabo Buat Laporan Polisi 

Laporan terkait informasi hoaks yang sengaja diviralkan di media sosial dan menyatakan jika  perang yang terjadi antara dua kelompok masa di Wamena dilakukan karena perintahnya, Sabtu (16/5/2026).

Pemkab Lanny Jaya Terima 42 Ton Beras dari Pemprov Papua Pegunungan untuk Korban Kekeringan

Pemkab Lanny Jaya Terima 42 Ton Beras dari Pemprov Papua Pegunungan untuk Korban Kekeringan

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menerima bantuan beras sebanyak 42 ton dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk membantu masyarakat

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Dipantau Drone, Anak SD Korban Penembakan Nduga Mengaku Ditembak TNI dari Belakang

Kambara Kerebea (18), korban selamat dalam peristiwa penembakan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer