Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Lanny Jaya Terima 42 Ton Beras dari Pemprov Papua Pegunungan untuk Korban Kekeringan

L
Penulis: Lucky Ireeuw❯
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen, bersama Sekda Lanny Jaya, Tendien Wenda, didampingi Asisten I Andi Hendarka, Asisten II Perinus Wenda, Kepala BPKAD Selianus Wakor, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, foto bersama usai acara penyerahan bantuan (CEPOSONLINE.COM/Humas)
Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen, bersama Sekda Lanny Jaya, Tendien Wenda, didampingi Asisten I Andi Hendarka, Asisten II Perinus Wenda, Kepala BPKAD Selianus Wakor, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, foto bersama usai acara penyerahan bantuan (CEPOSONLINE.COM/Humas)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, TIOM – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menerima bantuan beras sebanyak 42 ton dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana kekeringan dan cuaca ekstrem di wilayah Kuyawage dan sekitarnya.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan Yanius Telenggen mewakili Pemprov Papua Peggunungan. Bantuan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Tendien Wenda, S.Th., S.IP., M.Si., yang mewakili Bupati Lanny Jaya. Acara tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Lanny Jaya, Senin (2/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Tendien Wenda menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Pegunungan atas perhatian dan dukungan pemerintah provinsi terhadap masyarakat Lanny Jaya yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana kekeringan.

Advertisement

Ia menjelaskan, bantuan beras tersebut awalnya diprioritaskan untuk tiga distrik yang terdampak langsung, yakni Distrik Kuyawage, Wanobarat, dan Goabalim. Namun, karena banyak warga dari ketiga distrik tersebut mengungsi dan menumpang tinggal di rumah kerabat maupun distrik tetangga, pemerintah kemudian memperluas penyaluran bantuan ke tujuh distrik.

Adapun tujuh distrik penerima bantuan masing-masing mendapatkan alokasi enam ton beras, yaitu Distrik Kuyawage, Wanobarat, Goabalim, Balinga, Burua, Melagi, dan Melagi Neri. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai 42 ton beras.

Sekda juga mengimbau masyarakat agar tetap semangat menghadapi kondisi sulit akibat bencana. Ia mengajak warga untuk terus bekerja dan mengembangkan kebun sendiri, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

Advertisement

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat untuk sementara waktu, sekaligus menjadi dorongan bagi warga untuk kembali membangun kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan ke depannya.

Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri Asisten I Andi Hendarka, Asisten II Perinus Wenda, Kepala BPKAD Selianus Wakor, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, serta perwakilan masyarakat penerima bantuan.

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berharap bantuan beras tersebut dapat segera didistribusikan secara merata dan tepat sasaran kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan. (luc)

Advertisement

Artikel Terkait

Cek Bansos Beras 10 Kg untuk Pencairan Oktober-Desember 2026, Lihat Nama Penerima Lewat HP

Cek Bansos Beras 10 Kg untuk Pencairan Oktober-Desember 2026, Lihat Nama Penerima Lewat HP

Pemerintah akan kembali menyalurkan Bantuan Pangan Beras untuk kuartal IV (Oktober, November, dan Desember 2026). 

Gubernur Papua targetkan Papua swasembada beras pada 2028

Gubernur Papua targetkan Papua swasembada beras pada 2028

Gubernur Papua Matius D Fakhiri menargetkan Provinsi Papua mampu mencapai swasembada beras pada 2028 melalui peningkatan luas lahan

Kemarau Panjang Bikin Stok Beras Merauke Menurun, Wagub: Ketahanan Pangan Tetap Kami Perjuangkan

Kemarau Panjang Bikin Stok Beras Merauke Menurun, Wagub: Ketahanan Pangan Tetap Kami Perjuangkan

Stok beras di Merauke, Papua Selatan, mulai mengalami penurunan sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi kemarau panjang yang membua

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer