Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dituding Sebagai Dalang Dari Konflik Dua Kelompok Masa, Gubernur Jhon Tabo Buat Laporan Polisi 

D
Penulis: Deni Tonjau❯
Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, usai membuat laporan Polisi di SPKT Polres Jayawijaya terkait tudingan sebagai aktor penyebab bentrok dua kelompok massa di Wouma, Sabtu (16/5/2026).(Ceposonline.com/Deni Tonjau)
Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, usai membuat laporan Polisi di SPKT Polres Jayawijaya terkait tudingan sebagai aktor penyebab bentrok dua kelompok massa di Wouma, Sabtu (16/5/2026). (Ceposonline.com/Deni Tonjau)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi atas pencemaran nama baiknya. 

Laporan terkait informasi hoaks yang sengaja diviralkan di media sosial dan menyatakan jika  perang yang terjadi antara dua kelompok masa di Wamena dilakukan karena perintahnya, Sabtu (16/5/2026).

Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo menegaskan laporan ini dibuat karena dirinya merasa dituduh memprovokasi terjadinya perang antara dua kelompok masyarakat tersebut.
 
Oleh karena itu, ia ingin agar orang yang menyebarkan informasi itu harus bertanggungjawab dengan informasi yang disebarkan.

"Orang yang menyebarkan informasi Hoaks tersebut harus bertanggungjawab dengan apa yang dia lakukan, dan dimana kalimat seperti itu saya pernah bicara, saya laporkan ke kepolisian agar yang bersangkutan buktikan postingannya," ungkapnya di Polres Jayawijaya.

Advertisement

Ia melaporkan agar postingan dari rekaman suara yang menyatakan gubernur yang ingin agar perang ini dilakukan bisa dipertanggungjawabkan, entah itu dengan cara apa, yang penting harus dibuktikan, dan aparat kepolisian bisa menangkap oknum -oknum ini untuk diproses hukum.

"Ada dua atau tiga kali saya pernah lapor tentang pencemaran nama baik, namun polisi belum menangani  beberapa waktu lalu. Namun kali ini memang harus diproses agar setiap orang itu menggunakan medsos itu dengan hati-hati," tegas Jhon Tabo

Semua yang dilakukan ada sanksi hukum. oleh karena itu, Gubernur Papua Pegunungan juga menginginkan untuk memberikan efek jera dari awal.
 Ia mengharapkan hari ini polisi sudah bisa bergerak menangkap oknum -oknum yang sengaja menyebarkan berita bohong mengatasnamakan dirinya dan diproses.

Advertisement

"Dasar hukumya sudah ada, saya sudah melapor, dan bukti -bukti yang ada di media sosial semuanya ada sehingga kita harus proses hukum oknum -oknum ini," tutupnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Wali Kota Rolling 16 Pejabat, Tiga Putri Port Numbay Duduki Jabatan Strategis

Wali Kota Rolling 16 Pejabat, Tiga Putri Port Numbay Duduki Jabatan Strategis

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rolling 16 pejabat untuk mengisi sejumlah posisi Pelaksana T

Pemda Dogiyai Apresiasi Festival Kopi, Petani dan Barista Papua Harus Jadi Pelaku Utama Industri

Pemda Dogiyai Apresiasi Festival Kopi, Petani dan Barista Papua Harus Jadi Pelaku Utama Industri

Pemerintah Kabupaten Dogiyai mengapresiasi penyelenggaraan Festival Kopi Papua Tengah yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Festiva

HIPMI Dogiyai Promosikan Tiga Produk Kopi Arabika Lokal di Festival Kopi Papua Tengah

HIPMI Dogiyai Promosikan Tiga Produk Kopi Arabika Lokal di Festival Kopi Papua Tengah

Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Dogiyai memanfaatkan Festival Kopi Papua Tengah sebagai ajang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer