Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

100 Persen Bungkus Suara ABR-Harus, Ondoafi David Lomo: Sudah Saatnya Anak Skouw Pimpin Kota Jayapura

Y
Penulis: Yohanes Palen❯
Warga Kampung Skouw Sae saat tetap muka bersama Pasangan ABR-Harus. (Foto: HANS PALEN/CEPOSONLINE.COM).
Warga Kampung Skouw Sae saat tetap muka bersama Pasangan ABR-Harus. (Foto: HANS PALEN/CEPOSONLINE.COM).

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Masyarakat Kampung Skouw Sae kini menyatakan sikapnya untuk mendukung penuh Pasangan Bakal Calon Abisai Rollo-Rustan Saru maju di Pilkada Kota Jayapura.


Advertisement

Bahkan 100 persen suara di Kampung Skouw Sae tersebut akan siap bungkus untuk pasangan yang biasa disapa ABR-Harus.

Adapun pernyataan sikap masyarakat Kampung Skouw Sae tersebut saat tetap muka bersama Pasangan Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo-Rustan Saru yang dilaksanakan di Kampung Skouw Sae, Rabu (9/10/2024).

"Kami di Kampung Skouw Sae sudah sepakat untuk bungkus 100 persen suara untuk ABR-Harus,"ucap Ondoafi Kampung Skouw Sae, David Lomo.

Advertisement

David Lomo menyampaikan, sudah saatnya anak Skouw pimpin Kota Jayapura sebagai Wali Kota.

Ia menilai sosok ABR-Harus adalah pasangan yang dicintai dan dirindukan warga Kota Jayapura.

Apalagi sosok Abisai Rollo merupakan tokoh adat seorang Ondoafi Besar dan anak asli dari Skouw, sehingga tidak salah kalau masyarakat di Kampung Skouw Sae mendukung penuh.

Advertisement

Selain itu kehadiran sosok Abisai Rollo yang merupakan seorang tokoh adat atau ondoafi pada pertarungan Pilkada Kota Jayapura tentu menjadi representasi atau keterwakilan masyarakat adat di Port Numbay.

"Kami hanya berharap ketika nanti pasangan ABR-Harus ini terpilih agar jangan lupa kami masyarakat di Kampung Skouw Sae,"ujarnya.

David Lomo menyampaikan, ada banyak permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi masyarakatnya saat ini.

Diantaranya soal pendapatan masyarakat yang hanya bergantung pada hasil kebun.

Selain masalah infrastuktur baik jalan dan juga pembangunan rumak layak huni bagi masyarakat.

Hal lainnya juga untuk dukungan pembangunan rumah adat, gereja dan juga masjid.

Termasuk banyak anak-anak Skouw Sae yang pengangguran belum mendapatkan pekerjaan, padahal mereka juga sudah sarjana.

"Kami di Kampung Skouw Sae ini tidak hidup sendiri, tetapi ada juga warga nusantara yang tinggal bersama kami. Kami Sangat butuh sentuhan dari Pemerintah untuk membantu kebutuhan masyarakat disini agar lebih baik kedepannya,"tutup Ondoafi David Lomo. (*).

Advertisement

Artikel Terkait

26 Tahun Bertahan dengan Satu Lampu

26 Tahun Bertahan dengan Satu Lampu

Meski berada di pinggiran Kota Jayapura, kehidupan sepasang suami istri Elieser Pepuho dan Milka Ongge ternyata jauh dari hiruk pikuk.

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi.

Polisi Evakuasi Jenazah Pria Paruh Baya di Kuala Kencana, Korban Sempat Dirawat karena Sakit

Polisi Evakuasi Jenazah Pria Paruh Baya di Kuala Kencana, Korban Sempat Dirawat karena Sakit

Polsek Kuala Kencana bersama Tim Inafis Polres Mimika mengevakuasi seorang pria paruh baya berinisial H.S.P. (45) yang ditemukan meninggal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer