Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Dinilai Kelewat Santai Soal Melemahnya Rupiah, Padahal Pengamat Nilai Bisa Terjadi Goncangan Ekonomi 

W
Penulis: Weny Firmansyah❯
Presiden Prabowo Subianto santai soal melemahnya rupiah, Pengamat soroti risiko PHK dan kemiskinan (16/5/2026). (Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto santai soal melemahnya rupiah, Pengamat soroti risiko PHK dan kemiskinan (16/5/2026). (Bakom RI)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu santai merespons kondisi melemahnya Rupiah, dengan statement kontroversial yang menyebut 'Orang desa tidak pakai Dolar'. Sejumlah pengamat ekonomi memberi kritik keras, dan sebagian menyoroti risiko PHK dan kemiskinan akibat kondisi depresiasi kurs.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah masih menjadi perbincangan hangat. Sebab, hal ini dipercaya memberikan sejumlah dampak negatif bagi roda perekonomian di Indonesia.

Dikutip dari jawapos.com, pengamat pasar modal, Hans Kwee, menjelaskan, salah satu dampak yang bisa terjadi yakni timbulnya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masyarakat jika kurs dolar terus tak terkendali.

Advertisement

“PHK itu bisa terjadi kalau apa? Kalau kurs dolarnya tidak terkendali, perusahaan rugi. 70 persen manufaktur kita bahan-bakunya itu diimpor. Kan selama ini perusahaan menahan dengan mengorbankan margin dia. Jadi dia tetap berproduksi, harga barang nggak naikin tinggi. Nah kalau lama, rupiahnya melemah, dia terpaksa harus naikin harga,” kata Hans Kwee, Minggu (17/5/2026).

Dia menegaskan, saat ini penduduk Indonesia banyak yang berada di kelas menengah ke bawah. Dirinya percaya bahwa gelombang PHK sendiri akan lebih berdampak pada masyarakat yang berada di kelas tersebut.

“Sebagian besar penduduk kita itu menengah ke bawah. Nah penduduk yang menengah ke bawah ini kalau ada goncangan ekonomi dia langsung berubah jadi kelas miskin. Nah itu yang jadi masalah,” jelasnya.

Advertisement

“Terutama kalau terjadi PHK massal. Jadi selama ini dia kerja, begitu dia di-PHK dia langsung jadi orang miskin,” imbuhnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS.


Dia justru menyindir pihak-pihak yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan Indonesia akan mengalami krisis hanya karena kurs rupiah melemah.

 
Menurut Prabowo, narasi bahwa Indonesia akan mengalami chaos atau kehancuran ekonomi terus berulang setiap kali terjadi gejolak nilai tukar.

Advertisement

Artikel Terkait

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mimika membongkar empat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam kurun waktu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer