Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalani Sanksi Adat di Toraja, Komika Pandji Pragiwaksono Minta Maaf

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯

 

Komika Pandji Pragiwaksono saat menjalani peradilan adat di Tana Toraja.
Komika Pandji Pragiwaksono saat menjalani peradilan adat di Tana Toraja.

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya menjalani sanksi adat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Itu setelah materi stand-up comedinya dianggap menyinggung prosesi adat kematian masyarakat Toraja. 


Advertisement

 

Peradilan adat ini berlangsung di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, pada 10–11 Februari 2026, dihadiri oleh puluhan perwakilan adat dari berbagai wilayah. Dalam sidang adat, Pandji hadir bersama kuasa hukumnya, Haris Azhar. 

 

Advertisement

Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Toraja dan para pemangku adat. “Saya meminta maaf atas materi yang pernah saya bawakan. Tidak ada niat untuk merendahkan budaya Toraja. Saya menghormati tradisi dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di sini,” kata Pandji sebagaimana dikutip Radar Surabaya.

 

Tokoh adat Toraja, Sam Barumbun, menjelaskan bahwa sanksi adat dijatuhkan sebagai bentuk pemulihan kehormatan. “Sebagai permohonan maaf kepada leluhur kami, sanksi adat yang dijatuhkan kepada Pandji adalah satu ekor babi dan lima ekor ayam. Ini merupakan simbol tanggung jawab dan penghormatan terhadap adat Toraja,” ujarnya.

Advertisement

 

Kontroversi bermula dari materi stand-up Pandji bertajuk Mesakke Bangsaku yang sempat viral sejak 2013. Dalam materi tersebut, Pandji dianggap melecehkan ritual adat Toraja, khususnya prosesi kematian yang bagi masyarakat setempat memiliki nilai sakral. Polemik ini kembali mencuat setelah potongan video lawakan tersebut beredar luas di media sosial, memicu kecaman dari masyarakat adat.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pandji menyatakan kesediaannya menjalani peradilan adat. Kehadirannya di Toraja dianggap sebagai langkah penting untuk meredakan polemik sekaligus menunjukkan penghormatan terhadap kearifan lokal. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

26 Tahun Bertahan dengan Satu Lampu

26 Tahun Bertahan dengan Satu Lampu

Meski berada di pinggiran Kota Jayapura, kehidupan sepasang suami istri Elieser Pepuho dan Milka Ongge ternyata jauh dari hiruk pikuk.

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi.

Polisi Evakuasi Jenazah Pria Paruh Baya di Kuala Kencana, Korban Sempat Dirawat karena Sakit

Polisi Evakuasi Jenazah Pria Paruh Baya di Kuala Kencana, Korban Sempat Dirawat karena Sakit

Polsek Kuala Kencana bersama Tim Inafis Polres Mimika mengevakuasi seorang pria paruh baya berinisial H.S.P. (45) yang ditemukan meninggal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer