Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter FK Unair Surabaya Sebut Pemicu Utama Obesitas Pada Remaja, Karena Makanan ini

W
Penulis: Weny Firmansyah❯
Ilustasi seorang perempuan makan mie instan. (Dok. Freepik/JAWAPOS)
Ilustasi seorang perempuan makan mie instan. (Dok. Freepik/JAWAPOS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Obesitas merupakan masalah kesehatan yang umum ditemukan di masyarakat, termasuk juga menyerang kelompok remaja. Kondisi ini dapat menjadi bahaya tersendiri karena berpotensi menyebabkan munculnya penyakit lain seperti diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.


Advertisement

Dikutip dari Radar Surabaya, kebiasaan ini tanpa disadari, banyak faktor yang dapat memicu obesitas pada remaja, salah satunya adalah kurangnya waktu tidur. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Dr Nur Aisiyah Widjaja dr Sp A(K), mengungkapkan bahwa kebiasaan jam tidur yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko obesitas. Oleh karena itu perlu regulasi jam tidur yang tepat, maksimal di jam 9 malam yang mana hormon melatonin yang mengatur regulasi tidur akan meningkat perlahan dari jam 8.

"Apabila tidur melebihi jam 9, maka hormon melatonin akan digantikan dengan hormon leptin yang dapat memberikan rasa lapar dan keinginan untuk sekedar ngemil atau makan meningkat,” jelasnya, Jumat (9/1/2026).

 Kebiasaan tidur larut malam biasanya juga dibarengi dengan kegiatan makan cemilan yang kurang baik, terutama jika dilakukan di malam hari. Umumnya banyak remaja yang memilih mi instan terkadang ditambah telur atau gorengan sebagai cemilan.

Advertisement

 “Makan mi instan di malam hari tentunya tidak direkomendasikan karena jumlah kalorinya yang tinggi, apalagi jika ditambah dengan telur yang mengandung protein dan juga lemak. Tambahan tersebut juga akan menambah asupan kalori yang masuk pada tubuh, terlebih saat malam hari tubuh tidak terlalu aktif bergerak sehingga berisiko besar munculnya obesitas,” ucap Aisiyah.

Selain itu, kurangnya waktu tidur juga dapat dipengaruhi oleh stres. Saat tubuh mengalami stres, akan melepaskan hormon kortisol yang dapat mengganggu pelepasan melatonin yang mengatur siklus tidur. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar stres tubuh, tidak hanya fokus pada pola makan.

“Usahakan tidur di jam 9 malam dan makan terakhir di jam 7 serta pengerjaan tugas tidak semalam hari. Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu terjadinya obesitas yang berdampak Sindrom Metabolik (risiko diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit yang berhubungan dengan non communicable disease/NCD),” pungkasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mimika membongkar empat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam kurun waktu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer