Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baru 23 Kampung yang Bebas BABS, Bupati Keerom: Tahun Depan Kita Harus 100 Persen

A
Penulis: Administrator❯
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan bantuan jamban secara simbolis kepada kepala kampung disela kegiatan, Kamis (19/10/2023). (MUSTAKIM ALI/Ceposonline.com).
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat menyerahkan bantuan jamban secara simbolis kepada kepala kampung disela kegiatan, Kamis (19/10/2023). (MUSTAKIM ALI/Ceposonline.com).
CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Pemerintah Kabupaten Keerom melakukan penandatangan komitmen bersama dalam menuntaskan persoalan terkait Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bersama sejumlah kepala kampung dan kepala Distrik.

Penandatangan komitmen bersama ini dalam kegiatan peluncuran program 1000 jamban dalam rangka percepatan stop BABS sebagai upaya pencegahan stanting di Kabupaten Keerom oleh Yayasan Gapai Harapan Papua dan Unicef Perwakilan Papua.

https://youtu.be/TPONz2ENi3I

Dalam arahannya, Bupati Keerom, Piter Gusbager menyampaikan BABS adalah bagian dari kesehatan lingkungan yang erat kaitannya dengan kebiasaan dan perilaku masyarakat.

"Saya mengajak semua pihak untuk menyuarakan stop BABS ini mulai dari kampung-kampung dan semua pihak harus terlibat," ujarnya.

https://www.youtube.com/watch?v=yzLujboqjbM

Pemerintah Kabupaten Keerom mendukung penuh program peluncuran 1000 jamban dalam mengatasi masalah dan perilaku masyarakat terkait BABS.

"Melalui Dinas terkait kita alokasikan kurang lebih 1,5 Miliar melalui anggaran perubahan Tahun ini," terangnya.

Pemda akan terus mendukung dan berupaya agar mencapai target yang maksimal warga telah memiliki jamban dan tidak melakukan BABS.

"Kita targetkan tahun depan Kabupaten Keerom sudah mencapai 100 persen  kampung-kampung sudah bebas BABS, dan anggaran kita alokasikan diharapkan bisa mendukung pencapaian target ini," tuturnya.

[irp posts="107088" ]

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom, Tahun 2023 kampung yang belum bebas BABS sebanyak 68 dari total secara keseluruhan sebanyak 91 Kampung, sementara yang sudah bebas BABS hanya 23 kampung.

Mewakiki Unicef, Direktur Yayasan Gapai Harapan Papua, FX Irianto menyampaikan apresiasi atas dukungan pemda keerom dalam program peluncuran 1000 jamban.

"Kita harapkan Kabupaten Keerom akan menjadi Kabupaten kedua di Papua yang bebas dari BABS setelah Kabupaten Biak," ujarnya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan semua stakeholder, diharapkan Kabupaten Keerom segera bebas dari BABS.(*)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika Polres Mimika Ungkap Empat Kasus Narkotika, Selamatkan 1.700 Jiwa

Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mimika membongkar empat kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan ganja dalam kurun waktu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer