
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Sejak mulai beroperasi pada Juli 2025, layanan Call Center 150212 milik Pemerintah Kota Jayapura telah menerima ratusan pengaduan dari masyarakat.
Sementara itu Layanan Call Center ini menjadi salah satu sarana utama warga untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun permintaan layanan terkait fasilitas pemerintah kota.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Jayapura, Verdy Heriyansyah, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan ini cukup tinggi.
“Sejak dibuka pada bulan Juni, Call Center 150212 menerima sekitar 600 laporan atau pengaduan dari masyarakat,"ucap Verdy.
Kata Verdy bahwa, sesuai yang tercatat pada aplikasi dimana setiap bulannya pihaknya menerima 100 laporan atau pengaduan dari masyarakat.
Hanya saja dari semua laporan ini tidak terlaksana atau direspon karena ada masyarakat sifatnya hanya mau test-test saja menghubungi petugas yang ada di call center.
"Terkadang mereka hanya mencoba bertanya saja apakah call center kita sudah aktif atau belum,"terangnya.
Sambung Verdy bahwa, bahwa rata pengaduan terbanyak berkaitan dengan layanan kebersihan, penerangan jalan, administrasi kependudukan, bencana longsor, banjir dan kebakaran dan soal Kamtibmas.
Ia menjelaskan bahwa operator yang bertugas di pusat layanan tersebut bekerja secara terkoordinasi dengan perangkat daerah terkait.
Setiap aduan yang masuk akan dicatat, diverifikasi, lalu diteruskan ke instansi teknis untuk segera ditindaklanjuti.
"Dari ratusan pengaduan yang masuk setiap bulan ke call center kita ini, itu yang kita layani bervariasi. Tidak semua kita cafer pelayanan di OPD,"terangnya.
Verdy mengaku, sejauh ini baru ada 7 OPD yang berkerja sama dengan call center yakni, Dinas Damkar, Dinas Kesehatan, DLHK, BPBD, Satpol, PUPR dan Diskominfo.
"Setiap pengaduan yang masuk kita langsung kordinasi dengan OPD terkait. Contohnya ada warga yang perna melaporkan sakit kita langsung hubungi Dinas Kesehatan dan mereka langsung menurunkan petugas kesehatan mereka mengecek dilapangan bertemu masyarakat yang melapor tersebut,"bebernya.
Demikian juga saat ada peristiwa banjir atau longsor dan pohon tumbang dijalan kita langsung kordinasi dengan pihak BPBD.
"Semua pengaduan masyarakat ini kita rekap dan laporkan ke pimpinan dalam hal ini Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk ditindak lanjuti,"jelasnya.
Verdy yang juga menjabat sebagai Koordinator Call Center 150212 menyampaikan, pihaknya terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk kecepatan respon dan ketepatan informasi kepada masyarakat.
Pihaknya berharap Layanan Call Center 150212 menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan Pemerintah Kota Jayapura dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif.
"Layanan call center kita ini masih sifatnya berbayar. Kita kerja sama dengan PT.Media Nusantara Jakarta mitra dari Telkom Papua,"terangnya.
Namun pihaknya memastikan tahun 2026 mendatang layanan call center Pemkot Jayapura ini sudah mandiri sendiri dan tidak berbayar lagi.
Adapun Pemkot Jayapura akan membangun kerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Digital.
Sehingga masyarakat yang mau menelpon ke call center nanti tidak lagi berbayar atau bebas pulsa alias gratis.
"Nanti nomor call center ini akan berubah lagi dari 150212 menjadi 112, ini nanti sudah bebas pulsa, sehingga masyarakat yang mau menghubungi tidak lagi dikenakan biaya,"tutup Verdy. (*).



