Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trump Berulah Lagi, Siapkan Pasukan Untuk Negara Ini

A

 

Presiden AS Donald Trump mempertimbakan bunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat penangkapan. (Ilustrasi/Gemini AI)
Presiden AS Donald Trump mempertimbakan bunuh Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat penangkapan. (Ilustrasi/Gemini AI)

JawaPos.com - Ketegangan geopolitik di Amerika Latin kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terbuka terhadap Kolombia dan kembali menyinggung kemungkinan intervensi militer di kawasan, menyusul penangkapan paksa Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS di Caracas akhir pekan lalu.


Advertisement

Pernyataan kontroversial Trump disampaikan pada Minggu (4/1) waktu setempat. Trump secara frontal menyerang Presiden Kolombia Gustavo Petro, menyebut pemerintahan Bogota sebagai 'sakit' dan menuding Petro terlibat dalam produksi serta distribusi kokain ke Amerika Serikat.

“Venezuela dan Kolombia sangat sakit. Kolombia dipimpin oleh orang sakit yang senang membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat,” ujar Trump.“Dan dia tidak akan melakukannya lama lagi. Percayalah,” lanjut Trump, merujuk langsung pada Petro.

Ketika ditanya apakah pernyataan itu mengarah pada kemungkinan operasi militer AS terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat. "Kedengarannya bagus bagi saya," ucap Trump sesumbar.Dalam serangkaian unggahan panjang di platform X, Petro menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mencatat sejarah kelam.

Advertisement

“Amerika Serikat adalah negara pertama di dunia yang mengebom ibu kota Amerika Selatan sepanjang sejarah umat manusia,” tulis Petro, merujuk pada serangan di Caracas sebagaimana mengutip Al-Jazeera.

Pernyataan Trump muncul di tengah kecaman internasional terhadap operasi AS yang menangkap Maduro pada Sabtu dini hari. Washington menyebut langkah tersebut sebagai operasi penegakan hukum untuk membawa Maduro ke pengadilan atas tuduhan 'narkoterorisme', tuduhan yang dibantah keras oleh Maduro dan para pendukungnya.

Sejumlah pengamat menilai penyingkiran Maduro berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat terhadap cadangan minyak besar Venezuela. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua KADIN Waropen Andre Wonatorei Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pengusaha Asli Papua

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Waropen, Andre Wonatorei, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan keberpihakan terhada

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satgas Damai Cartenz Bekuk DPO Penembakan Karyawan Freeport di Mimika

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz-2026 menangkap seorang pria berinisial AK (37) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penemb

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Polisi Percepat Proses Hukum Dua Pelajar Tersangka Pemerkosaan

Kepolisian Resor Mimika memastikan proses hukum terhadap dua pelajar berinisial DS (18) dan OY (17) yang diduga melakukan pemerkosaan akan d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer