Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tunggakan Biaya Sekolah di Bogor Dilunasi, Anak Intan Jaya Janji Tak Kecewakan Bupati

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini didampingi Kepala Dinas DPMK Intan Jaya, Yoakim Mujizau saat berbincang-bincang dengan siswa asal Intan Jaya yang bersekolah di SAI Bogor.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKAB)
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini didampingi Kepala Dinas DPMK Intan Jaya, Yoakim Mujizau saat berbincang-bincang dengan siswa asal Intan Jaya yang bersekolah di SAI Bogor.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKAB)
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini didampingi Kepala Dinas DPMK Intan Jaya, Yoakim Mujizau saat berbincang-bincang dengan siswa asal Intan Jaya yang bersekolah di SAI Bogor.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKAB)
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini didampingi Kepala Dinas DPMK Intan Jaya, Yoakim Mujizau saat berbincang-bincang dengan siswa asal Intan Jaya yang bersekolah di SAI Bogor.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMKAB)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Senyuman lega tampak di wajah siswa-siswi asal Intan Jaya yang bersekolah di Sekolah Anak Indonesia (SAI) Bogor. Setelah berhari-hari dihantui kecemasan akan kemungkinan dikeluarkan karena tunggakan biaya pendidikan akhirnya bisa bernapas lega. Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, datang langsung dari Papua untuk memastikan tidak ada satu pun anak Intan Jaya yang akan kehilangan hak sekolahnya.


Advertisement

Kedatangan Bupati bukan sekadar kunjungan formal. Baginya, ini adalah panggilan tanggung jawab. Bagi para siswa, ini adalah bukti bahwa masa depan mereka tidak dibiarkan menggantung.

Di halaman sekolah, para mahasiswa dan asal Intan Jaya yang berdomisili di Jakarta sudah menunggu sejak pagi. Mereka datang untuk mengawal proses pertemuan dengan pihak yayasan, memastikan suara anak-anak Intan Jaya terdengar dan nasib mereka diperjuangkan sampai tuntas. Dalam sesi dialog, berbagai pertanyaan dilontarkan, mulai dari kelanjutan studi hingga kepastian MoU dengan pihak yayasan.

“Ini artinya Bapak Bupati benar-benar peduli dengan SDM anak Intan Jaya,” ujar Melek Bagau, mahasiswa Intan Jaya di Jakarta yang ikut hadir di SAI Bogor saat dihubungi media ini via seluler, Rabu, (19/11/2025).

Advertisement

Bagi Melek dan mahasiswa lainnya, keputusan cepat pemerintah daerah adalah bukti bahwa generasi Intan Jaya membutuhkan sosok pemimpin yang bergerak bukan karena popularitas, tetapi karena kasih dan kepedulian yang nyata.

“ Puji Tuhan, Kekhawatiran kami sempat memuncak saat mendengar kabar adanya tunggakan hingga miliaran rupiah. Namun kemarin semuanya berubah menjadi rasa syukur,” lugas Bagau.

Sementara itu Bupati Aner Maisini menegaskan berapa pun biaya yang dibebankan pihak yayasan tidak akan menghalangi anak-anak Intan Jaya untuk mengenyam pendidikan.

Advertisement

“Biaya SD itu 10 juta, SMP 11 juta, SMA 12 juta per bulan. Kalau dihitung per tahun mencapai 24 miliar. Ini besar, tetapi untuk masa depan anak-anak kita, pemerintah siap tanggung,” ujarnya tegas kepada media ini via seluler.

Di hadapan para siswa, Bupati menyampaikan pesan sederhana namun dalam maknanya bahwa perjuangan ini tidak berhenti hari itu. Pemerintah menjalankan tugasnya, dan kini giliran anak-anak menjalankan tugas mereka.

“Tugas kalian belajar baik-baik, disiplin, dan bersaing dengan siswa lainnya. Balaslah kepedulian ini dengan nilai yang memuaskan,” katanya.

Mendengar itu, beberapa siswa menunduk. Ada yang terharu, ada yang tersenyum. Mereka masih anak-anak, tapi hari itu mereka belajar tentang cinta, tanggung jawab, dan kepercayaan.

Seorang siswi mewakili teman-temannya maju ke depan. Suaranya kecil, tapi jelas.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati. Kami takut sekali kalau sampai dikeluarkan. Tapi sekarang kami senang dan berjanji akan belajar sungguh-sungguh. Kami tidak akan mengecewakan.”

Kemudian Bupati menepuk pundak anak-anak pelan, menandakan bahwa anak-anak itu tidak sendiri.

Pertemuan itu menjadi lebih dari sekadar penyelesaian administrasi. Itu adalah momen di mana anak-anak Intan Jaya kembali menemukan harapan. Momen ketika mahasiswa dan pemerintah daerah berdiri bersama untuk satu tujuan yakni memastikan tidak ada mimpi yang terputus hanya karena biaya.

“ Puji Tuhan kakak, Ade-Ade pulang ke asrama dengan membawa harapan yang baru, beban yang terangkat, dan tekad untuk membalas kasih yang telah mereka terima, bukan dengan kata-kata, tetapi dengan keberhasilan di masa depan. Terimakasih Kakak,” tukas Melek dibalik genggaman telepon. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

 Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp917.497.000 melalui pelelangan dua aset milik terpidana kasu

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire memusnahkan barang bukti dari 24 perkara tindak pidana yang telah diproses hukum, terdiri dari kasus narkot

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaporkan temuan 326 kasus baru HIV-AIDS sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer