Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Sipil Ikut Jadi Korban, Bupati Intan Jaya: Pendekatan Keamanan Harus Lebih Humanis

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Konflik bersenjata yang terus terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, kembali menimbulkan korban jiwa dari masyarakat sipil. Situasi ini membuat aktivitas warga terganggu dan menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat, termasuk perempuan dan anak-anak yang kini hidup dalam ketidakpastian.


Advertisement

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan bahwa pendekatan keamanan di wilayahnya harus dilakukan secara lebih humanis dan berkeadilan. 

“ Masyarakat sipil, baik OAP (Orang Asli Papua) maupun Non-OAP, tidak boleh diganggu apalagi ditembak. Mereka adalah warga yang ingin hidup tenang, mencari makan, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan di Intan Jaya,” tegas Bupati Intan Jaya, Aner Maisini saat dihubungi media ini via seluler, Jumat (17/10/2025).

Bupati Maisini juga menyoroti kejadian yang menewaskan beberapa masyarakat sipil di Distrik Hitadipa pada 14 Oktober 2025, yang menyebabkan sejumlah warga sipil ikut menjadi korban.

Advertisement

“ Kami sangat prihatin atas insiden di Hitadipa. Warga yang tidak tahu apa-apa ikut menjadi korban, padahal mereka hanya ingin hidup tenang. Pemerintah daerah meminta agar aparat lebih berhati-hati dalam melakukan operasi keamanan,” kata Bupati.

Menurutnya, akibat peristiwa tersebut, sebagian masyarakat memilih mengungsi ke wilayah sekitar Sugapa untuk mencari perlindungan. Kondisi ini menambah panjang daftar pengungsi di Intan Jaya yang hingga kini masih hidup serba terbatas tanpa fasilitas memadai.

Bupati Aner Maisini menyampaikan duka cita yang mendalam atas setiap insiden yang mengakibatkan korban jiwa . Ia menilai, setiap nyawa yang hilang adalah kehilangan besar bagi bangsa dan daerah.

Advertisement

“ Atas nama pemerintah dan masyarakat Intan Jaya, saya menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Semua adalah manusia yang berharga di mata Tuhan. Karena itu, kita harus mencari jalan damai, bukan terus saling melukai,” ucapnya penuh haru.

Aner Maisini meminta agar aparat keamanan dan pihak terkait dapat mengutamakan dialog dan pendekatan sosial-budaya dalam menangani konflik. Ia juga berharap agar pemerintah pusat lebih banyak melibatkan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan keamanan, sehingga langkah yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.

“ Kami di daerah lebih tahu karakter masyarakat dan situasi sosialnya. Kalau penanganannya dilakukan dengan pendekatan yang manusiawi, kami yakin situasi bisa lebih tenang dan semua yang hidup di Intan Jaya akan hidup dalam damai,” tukasnya. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

 Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp917.497.000 melalui pelelangan dua aset milik terpidana kasu

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire memusnahkan barang bukti dari 24 perkara tindak pidana yang telah diproses hukum, terdiri dari kasus narkot

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaporkan temuan 326 kasus baru HIV-AIDS sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer