Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Henes Sondegau : Tidak Ada Pengalihan Isu Konflik Intan Jaya Dalam Turnamen Badai Cartenz

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Henes Sondegau. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Henes Sondegau. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-CEO Badai Cartenz yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPR PT) daerah pemilihan (Dapil) Intan Jaya menegaskan tidak ada pengalihan isu konflik Intan Jaya dalam turnamen badai Cartenz Cup V tahun 2025. 


Advertisement

“ Turnamen Badai Cartenz adalah turnamen tahunan dan ada panitianya yang punya turnamen itu sementara urusan kemanusiaan di Intan Jaya adalah urusan saya secara pribadi sebagai anggota DPR Papua Tengah Dapil Intan Jaya,” ucap CEO Badai Cartenz, Henes Sondegau kepada media ini, Jumat, (23/5/2025). 

Ia menjelaskan turnamen badai Cartenz adalah turnamen tahunan yang selama ini berjalan aktif dari tahun 2021 hingga tahun 2025. 

“ Saya tidak harus aktif dalam pertandingan ini. Pertandingan ini milik 30-an panitia,” jelasnya. 

Advertisement

Sondegau mengatakan soal kemanusiaan di Intan Jaya pihaknya bersama komisi I DPR Papua Tengah telah gelar rapat untuk menyikapi persoalan di Intan Jaya.

“ Saya DPR dari Dapil Intan Jaya yang sekarang kondisi masyarakat saya sedang mengungsi. Untuk ini kami sudah rapat dengan komisi I DPR Papua Tengah untuk menyikapinya,” tutur Sondegau. 

Politisi partai Nasdem ini juga mengaku ia turut prihatin dengan kondisi masyarakat di Intan Jaya yang hingga saat ini mengungsi keluar dari kampung halamannya ke ibu kota Intan Jaya. 

Advertisement

“ Bahkan ada yang ke Nabire dan Timika. Saya sangat prihatin sekali. Apabila Tuhan berkenan, bersama komisi I DPR Papua Tengah kami akan turun lansung ke Intan Jaya,” tuturnya. 

Ia berharap, Kondisi Intan Jaya segera pulih dan masyarakat bisa kembali ke kampung halaman untuk melaksanakan aktifitas di kebun.

“ Mohon dukungan doa dari semua pihak agar situasi Intan Jaya kembali kondusif dan masyarakat bisa melakukan aktifitas kembali di kampung halaman,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang menangani dan melakukan upaya-upaya penanganan konflik demi menyelamatkan masyarakat yang mengungsi terutama pemerintah Kabupaten Intan Jaya. 

“ Terimakasih Bapak Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua tim penanganan konflik, Para pengojek asli Intan Jaya, Gereja Katolik dan GKI serta semua pihak termasuk TNI/POLRI yang mengambil bagian lansung untuk menangani konflik. Terimakasih sudah menjaga masyarakat Intan Jaya selama ini terutama saat mengungsi. Tuhan Berkati,” tutup Politikus partai Nasdem, Henes Sondegau. (*)

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

 Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp917.497.000 melalui pelelangan dua aset milik terpidana kasu

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire memusnahkan barang bukti dari 24 perkara tindak pidana yang telah diproses hukum, terdiri dari kasus narkot

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaporkan temuan 326 kasus baru HIV-AIDS sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer