Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar CPNS Intan Jaya, Para Pencaker Alami Kesulitan Ini

W
Penulis: Wahyu Welerubun❯
Tokoh Intelektual dari Kabupaten Intan Jaya, Joni Kobogau. (Foto: Cendrawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
Tokoh Intelektual dari Kabupaten Intan Jaya, Joni Kobogau. (Foto: Cendrawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Banyak para pencari kerja (pencaker) yang hendak mendaftarkan diri mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2024 di Intan Jaya mengalami kesulitan saat hendak mengunggah berkas ke aplikasi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCSAN).


Advertisement

Kendala yang dialami para pencari kerja ini terjadi pada saat penempelan meterai elektronik (E-Meterai) ke dalam SSCASN.

Mereka menduga bahwa kendala ini terjadi lantaran sistem tersebut eror akibat diakses oleh banyak pengguna di seluruh Indonesia.

Mereka mengungkapkan, pada hari pertama saat mereka mengakses SSCASN tidak terdapat kendala apapun. Namun, di hari ke enam sampai saat ini sistem tersebut eror.

Advertisement

Oleh karena itu, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya agar dapat mengambil kebijakan dengan memberikan kemudahan bagi para pencaker untuk mendaftarkan diri mengikuti tes CPNS 2024.

“Mohon ada kebijakan bagi mereka yang tidak mendaftar secara online karena sistem eror,” kata Tokoh Intelektual Kabupaten Intan Jaya, Joni Kobogau kepada Cenderawasib Pos, saat ditemui di Mimika, Kamis (5/9/2024).

Advertisement

Pria yang kini berstatus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah itu saat ditemui didampingi oleh sejumlah pencaker meminta kepada pemerintah agar dapat mengimplementasikan undang-undang otonomi khusus (Otsus) dengan baik sehingga mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Ia juga mendesak pemerintah agar dapat mengakomodir pendaftaran secara offline bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP) dan meniadakan pendaftaran yang dilakukan secara online. (*)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

Kredit Fiktif Rp188 Miliar, Dua Aset Terpidana Bank Papua Laku Dilelang Rp917 Juta

 Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp917.497.000 melalui pelelangan dua aset milik terpidana kasu

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejari Nabire Musnahkan Barang Bukti 24 Perkara, Ada 1.035 Pil dan Dugaan Bahan Peledak

Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire memusnahkan barang bukti dari 24 perkara tindak pidana yang telah diproses hukum, terdiri dari kasus narkot

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Bayang-bayang HIV di Mimika: Ratusan Kasus Baru Terdeteksi

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melaporkan temuan 326 kasus baru HIV-AIDS sepanjang periode Januari hingga September 2026. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer