Terlibat Penembakan ASN dan Konsultan Yahukimo NB Diamankan Bersama Tiga Amunisi

Karolus Daot • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 16:04 WIB
NB Anggota KKB Yahukimo jalani pemeriksaan di Polres Yahukimo, Rabu (23/9/2026)(CEPOSONLINE.COM/HUMAS ODC)
NB Anggota KKB Yahukimo jalani pemeriksaan di Polres Yahukimo, Rabu (23/9/2026)(CEPOSONLINE.COM/HUMAS ODC)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA–Tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengamankan seorang pria berinisial NB yang diduga merupakan anggota pasukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue, Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka.

NB diamankan pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 16.25 WIT di kawasan Ruko Blok A dan B, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Dari tangan NB, polisi menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang disimpan di dalam noken miliknya.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan, pengamanan NB merupakan hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah perkara penembakan yang terjadi di wilayah Yahukimo.

"Pada Selasa, 22 September 2026, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo telah mengamankan seorang pria berinisial NB. Yang bersangkutan diamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan penembakan yang terjadi di wilayah Yahukimo," ujar Yusuf saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, NB kemudian dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik juga mengamankan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm yang ditemukan di dalam noken milik NB untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Yusuf menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan dan alat bukti yang diperoleh, NB ditetapkan sebagai tersangka dalam dua aksi penembakan yang terjadi pada 27 April 2026 di Distrik Dekai.

Perkara tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/24/IV/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua tanggal 27 April 2026.

Aksi pertama terjadi di Jembatan Jalan Kurima, tepatnya di Jembatan Kali Biru. Saat itu, sebuah mobil Grand Max van warna putih menjadi sasaran penembakan. Korban berinisial RK, seorang PNS konsultan BPKAD, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak pada bagian leher sebelah kiri.

Sementara aksi kedua menyasar kendaraan Toyota Fortuner warna silver yang terjadi di sekitar Jembatan Kali Biru, Jalan Kurima, Distrik Dekai.
Polisi masih mendalami peran NB dalam kedua perkara tersebut, termasuk keterkaitan tiga butir amunisi yang ditemukan saat pengamanan dengan perkara penembakan yang sedang ditangani.
"Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dalam bertindak dan berbuat berdasarkan proses penegakan hukum, mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga penerbitan Daftar Pencarian Orang atau DPO terhadap seseorang sesuai dengan ketentuan hukum," tegas Yusuf.

Ia menegaskan, penegakan hukum diarahkan kepada pihak-pihak yang berdasarkan proses hukum dan alat bukti diduga terlibat dalam tindak pidana. "Yang kami kejar dan kami buru adalah orang-orang yang memang berdasarkan proses hukum diduga terlibat dalam suatu tindak pidana. Hal ini kami lakukan agar penegakan hukum tepat sasaran dan menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa dan tidak terlibat dalam tindak pidana," katanya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, setiap dugaan tindak pidana yang mengakibatkan korban maupun mengancam keselamatan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui proses hukum. 
"Setiap dugaan tindak pidana yang mengakibatkan korban maupun mengancam keselamatan masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui proses hukum. Saat ini proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih berlangsung dan penyidik akan bekerja berdasarkan fakta serta alat bukti yang diperoleh,” tegasnya.

Hingga Rabu (23/9), NB masih menjalani pemeriksaan di Polres Yahukimo. Penyidik masih mendalami dugaan keterlibatannya dalam dua aksi penembakan pada 27 April 2026 serta kemungkinan keterkaitannya dengan perkara lainnya di wilayah Yahukimo. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
penembakan KKB yahukimo Ceposonline.com