Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Satgas Damai Cartenz Mendata Ulang Lapangan Terbang Rawan di Papua

Wahyu Welerubun • Rabu, 8 Juli 2026 | 15:01 WIB
 Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam konferensi pers yang berlangsung di Posko Satgas Ops Damai Cartenz 2026, Rabu (8/7/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam konferensi pers yang berlangsung di Posko Satgas Ops Damai Cartenz 2026, Rabu (8/7/2026). (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas Ops Damai Cartenz) 2026 mulai mendata ulang seluruh lapangan terbang perintis di wilayah Papua yang dikategorikan rawan keamanan. 

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Balingama, Kabupaten Yahukimo serta pembunuhan Pilot dari maskapai tersebut bernama Mendiang Nicholas F. Goselin pada Kamis 2 Juli 2026.

​Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa kepolisian telah bergerak untuk menginventarisasi kembali jalur penerbangan perintis di pedalaman. 

"Masih kita proses nih. Masih kita inventarisir. Masih kita inventarisir dari teman-teman yang ada di sektor, yang di atas, kita pengen tahu gitu loh. Kayak di Yahukimo ini kan ternyata kita enggak tahu nih, enggak pernah tahu nih ada lapangan terbang perintis di Balingama ini kalau enggak ada kejadian. Iya kan? Nah, ini masih kita data ulang. Bandara-bandara kecil mana saja, atau lapangan terbang lah namanya," jelas KBP Yusuf Sutejo, di Mimika, Rabu (8/7/2026).

Proses pendataan ulang ini dilakukan oleh personel di tingkat sektor guna memetakan seluruh titik pendaratan darurat maupun lapangan terbang kecil berbasis tanah yang selama ini minim pengawasan. 

Salah satu evaluasi utama merujuk pada Lapangan Terbang Balingama yang sebelumnya tidak terpantau memiliki kerawanan tinggi hingga terjadinya aksi pembakaran.

Di sisi lain, dalam upaya memperketat pengamanan di titik-titik rawan tersebut, Satgas Damai Cartenz meningkatkan koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara selaku pemegang otoritas pengamanan bandara. 

Selain pertahanan militer, otoritas keamanan juga melibatkan operator penerbangan sipil, instansi pemerintah daerah terkait, serta komunitas masyarakat adat setempat untuk melakukan penebalan penjagaan di area landasan.

Hingga saat ini, dampak operasional pasca-insiden tersebut secara signifikan baru memengaruhi maskapai AMA yang menangguhkan sejumlah penerbangan karena masa berkabung dan evaluasi internal. 

Sementara itu, maskapai perintis lainnya di wilayah Papua dilaporkan masih beroperasi normal. Yusuf menambahkan bahwa tingkat ancaman keamanan di setiap lapangan terbang berbeda-beda, mengingat Balingama merupakan rute khusus yang selama ini didominasi oleh penerbangan misi keagamaan, pengangkutan logistik gereja, bahan makanan, dan mobilisasi warga lokal menuju Wamena.

Menyikapi situasi keamanan yang dinamis, pihak kepolisian mengimbau warga Papua agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh strategi propaganda maupun informasi palsu yang disebarkan oleh KKB di media sosial. 

Satgas Damai Cartenz menegaskan bahwa pemetaan ulang dan pengetatan keamanan ini bertujuan murni untuk menjamin keselamatan warga sipil serta menjaga kelancaran jalur logistik udara yang menjadi urat nadi perekonomian di pedalaman Papua.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#yahukimo papua #Ceposonline.com