Bupati Waropen Dorong Penguatan Pelayanan Gereja

Ismail Ceposonline • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:39 WIB
Bupati Waropen saat disambut oleh BP Klasis GPDP, Jumat (31/7/2026). (Ceposonline.com/Ismail)
Bupati Waropen saat disambut oleh BP Klasis GPDP, Jumat (31/7/2026). (Ceposonline.com/Ismail)

CEPOSONLINE.COM, WAROPEN – Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., menghadiri pembukaan Sidang Klasis IV Badan Pekerja Klasis Waropen di Gedung GPDP Alfa Omega Group, Waren, Jumat (31/7/2026).


Sidang tersebut menjadi forum penting bagi Gereja Pantekosta Di Papua (GPDP) Klasis Waropen untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menyusun langkah kerja dalam memperkuat persekutuan dan pembinaan umat.


Kehadiran Bupati menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Waropen terhadap peran gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, beriman, dan bertanggung jawab. Pemerintah daerah memandang gereja sebagai mitra strategis, terutama dalam pembinaan karakter serta pemeliharaan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.


“Pemerintah Kabupaten Waropen memandang gereja sebagai mitra penting dalam membina karakter, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kehidupan masyarakat yang rukun. Saya berharap Sidang Klasis IV ini menghasilkan keputusan serta program pelayanan yang benar-benar menjawab kebutuhan jemaat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati FX Mote. 


Bupati disambut Ketua Badan Pekerja Daerah GPDP Papua, Pdt. Yehuda Buinei, S.Th., bersama Ketua Daerah GPDP sekaligus Ketua BP2D Provinsi Papua, Pdt. Iskandar Awarawi, S.Th., M.Th., para pendeta, gembala, panitia, dan peserta sidang.


Sebelum memasuki gedung, Bupati menyapa dan menyalami para hamba Tuhan serta peserta yang telah berada di lokasi. Interaksi tersebut menggambarkan hubungan kemitraan yang terbangun antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan di Kabupaten Waropen.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Yehuda Buinei. Dalam khotbah berdasarkan Injil Lukas 17:10, ia mengingatkan peserta agar menempatkan kerendahan hati dan ketaatan sebagai dasar pelayanan.


Menurutnya, pelayanan bukan sekadar kedudukan maupun rutinitas organisasi, tetapi panggilan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, Sidang Klasis IV diharapkan menghasilkan keputusan yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan gereja dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan umat. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Ceposonline.com Waropen