Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Masalah Kelangkaan BBM Subsidi, Pertamina Sebut Jadwal Pengisian yang Ditetapkan Pemda yang Bikin Antrean Panjang 

A
Penulis: Agung Trihandono❯
DPR Papua saat gelar rapat bersama dengan pertamina, bahas masalah antrean BBM di Kantor Pertamina, Kamis (30/7/2026).(CEPOSONLINE.COM/Karel)
DPR Papua saat gelar rapat bersama dengan pertamina, bahas masalah antrean BBM di Kantor Pertamina, Kamis (30/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/Karel)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, memastikan stok BBM di Papua dalam kondisi aman dan mencukupi.

Menurutnya, Fuel Terminal Jayapura merupakan salah satu terminal BBM yang selalu diprioritaskan secara nasional karena memiliki jalur distribusi yang cukup kompleks.

"Stok BBM baik di Fuel Terminal maupun di seluruh SPBU kami jaga agar tidak mengalami kekosongan. Jadi antrean yang terjadi bukan karena kelangkaan BBM," kata Awan saat menerima kunjungan dari DPR Papua di Kantor Pertamina Jayapura, Kamis (29/7/2026).

Advertisement


Ia menjelaskan, antrean panjang solar subsidi lebih dipengaruhi oleh penerapan pengaturan jam pengisian bagi kendaraan angkutan berat yang diberlakukan pemerintah daerah.

Berdasarkan pengaturan tersebut, pukul 07.00–09.00 WIT diprioritaskan bagi masyarakat umum yang berangkat bekerja maupun sekolah. Pengisian solar untuk truk baru dilayani pukul 09.00–12.00 WIT, sedangkan truk pengangkut material bangunan dilayani mulai pukul 17.00 WIT hingga SPBU tutup. 


"Kalau kendaraan pelayanan publik seperti truk sampah tetap diperbolehkan mengisi BBM kapan saja," beber Awan.

Advertisement

Menurut Awan, skema tersebut sempat berjalan efektif karena didukung pengawasan dari Pertamina, kepolisian dan Dinas Perhubungan.

 Namun situasi berubah setelah harga Dexlite mengalami kenaikan signifikan. Ia menyebut kenaikan harga Dexlite dari sekitar Rp14 ribu menjadi Rp23 ribu hingga Rp26 ribu per liter menyebabkan banyak konsumen beralih menggunakan solar subsidi. 

"Dari data kami terjadi migrasi konsumsi sekitar 13 sampai 15 persen dari Dexlite ke solar subsidi karena disparitas harga yang cukup tinggi," jelasnya.

Selain itu, para sopir truk juga sudah memarkir kendaraan sejak pagi, bahkan sebelum jam pelayanan solar dibuka pada pukul 09.00 WIT. Kondisi tersebut menimbulkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan BBM, padahal stok di SPBU tetap tersedia.

Advertisement

Artikel Terkait

Waspadai Siklus Kekerasan Baru, DPR Papua Tengah Minta Negara Tarik Pasukan Non-Organik dari Paniai

Waspadai Siklus Kekerasan Baru, DPR Papua Tengah Minta Negara Tarik Pasukan Non-Organik dari Paniai

Dewan perwakilan rakyat Papua Tengah (DPR PT) melalui Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta pemerintah pusat segera menari

DPR Papua Lobi Kemenkes, RSUD Dok II Dapat Bantuan Medis Senilai Rp55 Miliar

DPR Papua Lobi Kemenkes, RSUD Dok II Dapat Bantuan Medis Senilai Rp55 Miliar

Wakil Ketua I DPR Papua Herlin Beatrix Monim bersama Komisi V dan Wakil Direktur Umum RSUD Dok II Jayapura, dr. Yunike Howay, Sp.A melakukan

Setahun Fakhiri-Rumaropen, DPR Papua Minta Pembangunan Dievaluasi

Setahun Fakhiri-Rumaropen, DPR Papua Minta Pembangunan Dievaluasi

DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua menjadikan satu tahun kepemimpinan Gubernur Mathius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Alberto

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer