CEPOSONLINE.COM, WAROPEN — Tangis haru dan rasa syukur mewarnai pelepasan 60 putra-putri terbaik Kabupaten Waropen yang siap melangkah meraih cita-cita di panggung pendidikan tinggi perikanan Indonesia. Suasana khidmat memuncak saat Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., secara resmi melepas para calon mahasiswa tersebut bersama para orang tua dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Waropen, Helena Ramandei, pada Jumat (24/7).
Momen pelepasan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Bumi Nyiur Melambai. Sebanyak 60 anak nelayan—sebuah angka fantastis yang melampaui target awal—berhasil dijaring dan siap didistribusikan ke 7 kota studi pendidikan tinggi KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta, Karawang, Pangandaran, Sidoarjo, Bitung, Bone, hingga Kupang.
Mewujudkan Cipta dan Asa Anak Nelayan
Dalam keterangan persnya usai pelepasan, Bupati F.X. Mote mengungkapkan bahwa langkah besar ini lahir dari komitmen penuh pemerintah daerah untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi keluarga nelayan di Waropen. Melalui kerja sama resmi (MoU) antara Pemerintah Daerah dengan Badan Diklat KKP, Pusat Pendidikan KKP, serta Politeknik AUP Jakarta, seluruh beban biaya pendidikan para siswa dijamin sepenuhnya oleh negara dan pemerintah daerah.
"Mereka ini adalah anak-anak nelayan. Seluruh biaya, dari semester pertama hingga mereka lulus, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Tidak hanya kuliahnya, asrama, hingga makan dan minum mereka selama menuntut ilmu di sana juga dijamin," tegas Bupati F.X. Mote dengan penuh optimisme.
Bupati menegaskan bahwa orang tua kini tidak perlu lagi merasa cemas atau ragu melepas buah hati mereka menyeberang pulau. Sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di kampus-kampus kedinasan perikanan dijamin membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan yang luar biasa bagi masa depan anak-anak Papua.
Tangis Haru Orang Tua dan Harapan Masa Depan
Pelepasan ini tak sekadar seremonial, melainkan pembuka jalan bagi impian besar keluarga nelayan lokal. Isak tangis bahagia serta pelukan erat dari para orang tua yang hadir menyaksikan anak-anak mereka bersiap mengenakan seragam taruna menjadi bukti betapa berharganya kesempatan emas ini.
Bagi sebagian besar keluarga nelayan di pesisir Waropen, menyekolahkan anak hingga jenjang perguruan tinggi tinggi kedinasan kerap kali terasa mustahil karena keterbatasan biaya. Namun, kebijakan pro-rakyat ini mengubah ketidakmungkinan tersebut menjadi kepastian.
"Kami sangat terharu dan bersyukur. Orang tua tidak perlu ragu lagi, karena anak-anak kita masuk ke lembaga pendidikan yang luar biasa dengan proses pembinaan yang sangat baik," tambah Bupati.
Di akhir pernyataannya, Bupati Mote mengajak seluruh masyarakat dan para orang tua untuk tak henti-hentinya menyelipkan doa bagi keberhasilan anak-anak Waropen yang berjuang di tanah perantauan, serta mendoakan keberlanjutan program-program strategis pemerintah pusat dan daerah dalam membangun SDM Papua yang tangguh dan berdaya saing. (*)
Editor : Weny Firmansyah