Produksi Samsung Galaxy A Series Dipangkas 10 Juta Unit, Biaya Komponen Jadi Biang Kerok

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:03 WIB
Samsung Galaxy A27. (ANTARA)
Samsung Galaxy A27. (ANTARA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar gawai pabrikan Korea Selatan.

Samsung dikabarkan mengambil langkah strategis dengan memangkas produksi ponsel pintar kelas menengah andalannya, yakni lini Galaxy A Series.

Pemangkasan yang diprediksi mencapai 20 persen pada kuartal keempat tahun ini terpaksa dilakukan akibat melonjaknya harga komponen chip memori secara global.

Kebijakan drastis ini ditempuh di tengah bayang-bayang potensi kerugian tahunan pertama bagi unit bisnis perangkat seluler raksasa teknologi tersebut.

Samsung dilaporkan telah menyampaikan instruksi pengurangan volume pesanan komponen secara langsung kepada rantai pasoknya.

Pengurangan produksi pada periode Oktober hingga Desember ini diperkirakan akan menyusutkan volume ketersediaan hingga 10 juta unit sepanjang tahun.

Bahkan, Samsung dikabarkan berencana untuk memangkas kembali produksi seri populer ini setidaknya 10 persen pada tahun depan.

Padahal, lini Galaxy A selama ini menjadi tulang punggung yang menyumbang sekitar 70 persen dari total penjualan ponsel pintar Samsung secara global.

Beberapa model yang sangat digemari di pasaran mencakup Galaxy A57, Galaxy A37, hingga Galaxy A17 5G.

Dengan penyusutan volume pada lini terlaris tersebut, posisi Samsung dalam mempertahankan takhta sebagai produsen smartphone nomor satu dunia kini terancam.

Pembengkakan ongkos produksi dinilai menjadi biang keladi utama. Biaya komponen memori dilaporkan telah menyerap lebih dari separuh total biaya perakitan ponsel kelas terjangkau.

Di sisi lain, ketersediaan pasokan material penting seperti PCB dan MLCC kini lebih diprioritaskan untuk kebutuhan chip kecerdasan buatan (AI) yang mendatangkan keuntungan lebih besar.

Kondisi tersebut memaksa Samsung untuk mengalihkan alokasi suku cadang dan bahan baku ke lini ponsel flagship yang lebih menguntungkan, seperti seri Galaxy S dan Galaxy Z.

Bagi konsumen, pemangkasan volume produksi lini menengah ini dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga gawai secara langsung di pasaran.

Selain itu, pabrikan juga berpeluang menurunkan kualitas spesifikasi pada ponsel terbaru mereka, terutama sektor layar dan kamera, kendati dibanderol lebih mahal dari generasi sebelumnya. (*)

Editor : AdminDua
korea selatan samsung