
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Puing-puing sisa kebakaran masih menggantung di bibir pantai Kampung Nelayan, Dok V, Kelurahan Mandala, Jayapura Utara, Minggu (25/10/2026).
Tiang-tiang rumah yang dulunya berdiri kokoh kini hanya menyisakan ujung yang berubah menjadi arang.
Luka itu belum kering. Tragedi pada 31 Agustus 2026 meninggalkan duka mendalam bagi 530 kepala keluarga atau 3.2000 jiwa yang kehilangan tempat berteduh.
Si jago merah menghanguskan rumah mereka tanpa ampun. Seluruh harta benda ludes tak bersisa. Syukur, tidak adanya korban jiwa. Sebagian besar yang kehilangan rumah berprofesi sebagai nelayan.




Kehidupan warga belum sepenuhnya pulih. Sebagian besar dari mereka masih menempati pos pengungsian sementara di Stadion Mandala Jayapura. Hari-hari diisi dengan penantian dan kecemasan, terutama bagi para nelayan yang kehilangan sumber penghidupan utama mereka.


Di tengah ketidakpastian, secercah bantuan datang. Dua pekan setelah tragedi memilukan itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku hadir melalui program Pertamina Peduli, menyasar 101 kepala keluarga nelayan yang kehilangan tumpuan hidup.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua dalam bentuk bahan bakar solar gratis. Mesin 5 Gross Tonnage (GT) mendapatkan 140 liter solar gratis. Mesin 10 GT mendapatkan 280 liter solar gratis. Solar tersebut mereka dapatkan melalui penyaluran SPBU Nelayan di Dok IV, Kota Jayapura.


Bantuan solar gratis itu bukan sekadar bahan bakar, melainkan napas buatan bagi para nelayan yang sempat kehilangan arah. Satu per satu, mesin kapal yang sempat terdiam kembali dihidupkan.


Roda ekonomi perlahan-lahan diputar kembali dari laut. Seiring hasil tangkapan yang mulai dijual, langkah untuk membangun kembali rumah-rumah sederhana di atas air pun kembali dirintis. Meski sebagian masih tinggal di pengungsian sambil menunggu keadaan membaik.(*).





